Aplikasi Buatan Mahasiswa UIN Raih Penghargaan di Ajang Kompetisi IT

Ikon aplikasi Buddy yang dibuat oleh Mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

Washilah – Aplikasi buatan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Buddy, menerima penghargaan pada ajang kompetisi Apps Today 2017 yang diselenggarakan oleh Himpunan mahasiswa Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor (IPB). Minggu (17/09/2017).

Kompetisi IT yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal (16-17/09/2017) ini diikuti oleh 81 tim. UIN Alauddin Makassar turut ambil alih dalam ajang tersebut yang diwakili oleh tiga mahasiswa dari dua fakultas.

Meraka adalah Nur Azizah Eka Budiarto dari jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Mutmainnah Sari dan Azmil Ihsan dari jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Ketiganya, membuat aplikasi Buddy yang berfungsi mendeteksi dan mengkonsultasi pencegahan bunuh diri, inovasi mereka pun meraih penghargaan sebagai Most Favorite Team.

Azmil Ihsan mengulas sedikit aplikasi Buddy yang dapat mendeteksi dan mencegah keinginan bunuh diri terhadap seseorang dengan pertanyaan- pertanyaan yang diajukan. Setelah pertanyaan diajukan kepada pengguna, maka aplikasi akan mengeluarkan keterangan tingkat risikonya.

“Untuk tingkatan risiko ringan, maka akan diarahkan ke bagian artikel tentang bagaimana tips hidup sehat, cara terhindar dari depresi, dan stres, untuk risiko sedang, fitur menunya ada lima yaitu telpon, video call, chat, rumah sakit terdekat, dan kunjungan rumah. Sementara risiko berat akan langsung terhubung dengan konseler,” jelas Azmil.

Mengenai ide, Mutmainnah mengungkapkan, itu berasal dari masalah bunuh diri yang tiap tahunnya meningkat di seluruh dunia, layanan hotline Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI pun telah tutup dan hanya dalam bentuk telepon. Aplikasi ini, menurut Mutmainnah sebagai wadah atau layanan kepada masyarakat nantinya.

Sementara itu, Nur Azizah mengungkapkan kesulitannya dalam membuat aplikasi ini, ditinjau dari segi logikanya untuk bisa terkait dari fitur yang satu ke fitur lainnya. Salah seorang Dosen Pembimbing mereka dalam pembuatan aplikasi ini, Faisal Akib mengaku masih perlu dukungan dan masukan.

“Untuk aplikasi ini sudah jalan, kalau dikatakan sekadar jalan. Tapi kalau dikatakan untuk disebarluaskan belum siap, karena masih butuh proses dan masih perlu dukungan berbagai pihak. Biar bagaimanapun aplikasi ini butuh campur tangan orang lain untuk memberikan masukan,” ucap Faisal Akib.

Penulis: Rahmania (Magang)
Editor: Erlangga Rokadi