Puisi “Coretan Refleksi” Oleh Muhammad Fahrul Iras

Ilustrasi | loda.gov.ua

Aku siapa dan kau siapa? Nada-nada dalam mulut manismu terlalu histeris menebarkan luka. Melenyapkan rasa kemanusiaan dan menuhankan penindasan.

Pernahkah otakmu lebih banyak berkuasa daripada hatimu?
Hati adalah kekuasaan palsu penuh dengan drmatisasi yang memilukan.

Masuklah dulu dan kau akan tau rasanya.
Karena pahit dan manis tak mampu kau nikmati, jika hanya ku definisikan dengan jabaran teori.

Nalarmu itu adalah nalar demagogi.
Wajah muram dan tubuh luka penuh duka. Filosofi hidup terlalu tinggi bagaikan langit kau telanjangi hingga titik kulminasi.
Jika takut acap kali jadi bencana dan bisikan riuh

Penulis merupakan mahasiswa jurusan Filsafat Agama Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Ilmu Politik (FUFIP) semester IV