Toilet Gedung C Terkunci, Ini Alasannya

Foto toilet Gedung C Kampus II UIN Alauddin. Senin (05/06/2017)

Washilah – Sudah dua minggu lamanya toilet yang berada di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) tepatnya di Gedung C, terkunci. Kondisi ini sangat meresahkan mahasiswa yang ingin menggunakannya.
Nur Iqbal, salah seorang mahasiswa Jurusan jurnalistik mengungkapkan, kondisi ini sudah terjadi selama dua minggu.
“Toilet yang 2 Minggu terkunci ini terjadi karena air yang sering tidak mengalir,” tutur Mahasiswa semester delapan ini.Senin (05/06/2017)
Menurut Dintana, petugas kebersihan yang khusus membersihkan di lantai tiga mengatakan, bahwa toilet terkunci karena untuk tetap menjaga kebersihan dalam toilet selama air tidak sering mengalir.
“Alasan kami mengunci setiap toilet yang pertama, air yang tidak mengalir, kedua, ada beberapa mahasiswa yang masuk untuk Buang air kecil, mungkin tidak tahu bahwa air tidak mengalir ia hanya meninggalkan saja bekas kotoran tersebut. Sehingga toilet itu berbau dan kotor,” Ujar seorang petugas kebersihan khusus di lantai III.
Salah seorang petugas lain yang tak ingin disebutkan namanya, jika air di Gedung c sudah mengalir pihaknya pasti membuka toilet tersebut.
“Namun kami sebagai petugas kebersihan selalu mengontrol setiap toilet yang ada di Gedung C ini, jika air sudah mengalir di beberapa toilet seperti di lantai II, maka kami tidak akan menguncinya,” jelasnya
Sementara itu, Kepala Bagian Umum, Drs Fatahuddin M M, menduga penyebab air tidak mengalir ada pada mesinnya yang mengalami kerusakan​ ataupun ada penyumbatan pada pipa-pipa kecilnya.
Adapun menurut Kepala Sub Bagian (Kasubag) Rumah Tangga Bagian Umum Biro Alat Umum Prasarana Kampus (AUPK), Nassar S Ag, telah melakukan pemeriksaan selama dua hari di toilet Gedung C GKT untuk mengetahui pasti penyebab masalah ini.

Dari pemeriksaan tersebut, telah diketahui bahwa penyebab air yang tidak mengalir hingga kini yaitu pipa yang rusak. Pihak AUPK pun mengaku telah melakukan perbaikan terkait masalah ini.
Penulis : Fitriani Sahran (Magang)
Editor : Nur Isna

Comments

comments