Puisi “Pahlawan Tak Berdaya” Oleh Muhammad Irwan

Ilustrasi | imronkayaraya1.wordpress.com

Saat kebangkitan mimpi dari tidur nyeyakmu.
Kau hanya mampu merengek dan memandang tanpa henti, sambil berucap

“Tuhanku, inikah ukiran takdir tanah airku yang penuh darah pengorbanan, beri aku waktu waktu dan waktu”.

Gertakan yang kau suarakan dalam dinginnya cengkraman kubur.
Tak menularkan keberanian yang tertanam lewat sejarah, bagi anak anak garuda.
Saat ini, penerusmu bagaikan kurcaci yang penuh tekanan otoriter petinggi bangsa.

Sadarlah… mustahil sungguh mustahil bagimu membalik masa, dimana tonggak idealis mampu mencekam dunia melalui pemuda bangsa.

Terimalah takdir…apalah dayamu
kini, kisahmu hanyalah dongeng
pelelap tidur.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi semester II