Puisi “Cinta Sebatas Kata” Oleh Muhammad Irwan

Ilustrasi | Setiafurqan.com

Irama siulan angin melambai-lambai dicela jendela dengan lembut.
Ketika mata disambut sinar mentari nan indah.
Hanyut, ku kembali kealam cinta yang membuai hati.

Tak sedetikpun kubiarkan berlalu.
Bangkit, ku menuju jendela kamar.
Menatap wanita dambaan menikmati indahnya lingkaran taman bidadari surga.

Lirikan senyum, membuatku melayang-layang.
Dengan mata pelangi mentari pagi
berlapiskan embum penyejuk.

Jiwa terbuai…
Inginku peluk dan membawanya terbang bagaikan sepasang kupu-kupu.
Lalu ku ungkap rasa cinta, yang terpendam dalam diri seorang pejuang asmara.

Namun, semua terasa sulit kujalani.
Diriku bagaikan pecundang dengan seribu kata cinta.
Mengagumi tanpa dicintai…

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi semester II