Jokowi: Pisahkan Agama dan Politik, AlDebA Adakan Debat Mediasi

Suasana debat dan bazar yang digelar oleh AlDebA, sebagai tanggapan atas pro-kontra yang tengah viral di media terkait pernyataan Presiden Jokowi "Pisahkan agama dan politik", berlangsung di Warkop D.O Samata, Gowa. Jumat (21/04/2017)

Washilah – Menanggapi pro-kontra yang tengah viral di media terkait pernyataan Presiden Joko Widodo “Pisahkan agama dan politik”, Alauddin Debate Association (AlDebA) adakan debat dan bazar, yang mengundang semua delegasi organisasi, dan aktivis mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Jumat (21/04/2017)

Berlangsung di Warkop D.O Samata Gowa, AlDebA mengangkat mosi debat “Relasi Antara Agama dan Negara”, dan meminta setiap delegasi angkat bicara terkait pandangan umum Indonesia dalam konteks ideologi, agama, dan hukum ketatanegaraan.

Pada sesi pertama, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menegaskan Indonesia sudah memiliki konsep ketatanegaraan yang telah final, tanpa di ganggu gugat sebagai ideologi bangsa.

Hampir serupa dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang juga berpendapat bahwa, Indonesia bukan sekuler juga bukan negara agama tetapi Indonesia itu pancasila, dan itu sebagai ideologi yang final.

Sedang delegasi Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga berargumen serupa, yakni Indonesia adalah negara sekulerisasi.

Adapun Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), berbeda argumen dengan kebanyakan delegasi yang hadir pada saat itu. Mereka berpendapat bahwa Islam mengatur semua tatanan kehidupan, termasuk urusan negara.

Lanjut, pada sesi kedua HMI memperkuat argumennya dengan menjelaskan Indonesia merupakan negara plural.

Debat yang dipandu langsung oleh Abdurrahman Supardi SH MH selaku pendiri AlDebA, juga dihadiri oleh anggota dari Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) dan mahasiswa lintas kampus Makassar.

Penulis: Epi Aresih
Editor: Eka Reski R.