Bahas Fungsi Media dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme Melalui Workshop

Wakil Ketua KPID Sulsel, Drs Waspada Santing M Hi saat membawakan materi, bersama Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers, Imam Wahyudi dan dipandu oleh Dr Muammar Bakri pada sesi pertama workshop literasi media sebagai upaya cegah dan tangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat, yang berlangsung di Hotel Remcy Panakkukang. Kamis (13/04/2017)

Washilah – “Tanpa disadari kita adalah penyebar hoax,” ungkap Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan (Sulsel), Drs H Waspada Santing M Hi menanggapi banyaknya pemberitaan di media yang seringkali dikonsumsi masyarakat dan mengandung kebohongan.

Hal itu diungkapnya, pada kegiatan workshop literasi media sebagai upaya mencegah dan menangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat, yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel. Kamis (13/04/2017)

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Remcy Panakkukang, Makassar itu sebagai upaya pendekatan terbuka kepada masyarakat. Mengingat bahwa potensi radikal dan terorisme bisa terjadi pada elemen mana saja. Oleh karena itu, ideologi pada komunitas masyarakat harus di manage dengan baik.

Dalam materi yang dibawakannya, Waspada mengatakan bahwa yang terjadi saat ini, media massa memosisikan informasi sebagai komuditi untuk memenuhi konsumsi konsumen dalam transaksi di pasar informasi, sehingga berita sensasional selalu mendapat tempat utama dalam ruang pemberitaan.

Disisi lain, teroris adalah fakta sosial yang menarik diolah menjadi fakta media yang merupakan komuditas bernilai tinggi dalam pemberitaan. Semua itu tak lepas dari tanggung jawab sang jurnalis dalam menuliskan informasi tersebut.

Waspada menambahkan, bahwa media memiliki fungsi yang mulia, diantaranya sebagai sarana kontrol sosial. Media yang melek fungsi sosial pasti beritanya tidak akan membawa petaka karena mengandung unsur hoax, dan seharusnya membantu menelisik akar terorisme di tengah masyarakat.

“Jadi peran media seharusnya bagaimana memberi informasi kepada masyarakat supaya tidak menjadi bias,” tutur salah seorang pendiri Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa Alauddin (LIMA) itu.

Penulis: Eka Reski R & Nur Asma