UIN Alauddin Terpilih Jadi Workplacement Peserta AIYEP

Foto bersama peserta AIYEP bersama Prof Mustari Mustafa selaku International Officer dan Wakil Rektor III Prof Siti Aisyah Kara di Gedung Rektorat Lantai III. Jumat (20/01/2017).

Washilah – UIN Alauddin Makassar terpilih menjadi salah satu tempat magang atau workplacement dari peserta Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP). Untuk tahun ini, Makassar sendiri menjadi tuan rumah penyelenggara AIYEP.

Program ini terselenggara atas dasar kerjasama Pemerintah Indonesia dan Australia, di bawah tanggung jawab Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Department of Foreign Affair and Trade (DFAT).

Fadilla Muchsen Alkatiri MPd dari Sulawesi Tengah, Indonesia dan Alex Horton (BA-HONS) dari Melbourne, Australia, adalah peserta AIYEP angkatan 35 yang diterima langsung oleh Prof Mustari Mustafa selaku International Officer dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Siti Aisyah Kara di Gedung Rektorat Lantai tiga. Jumat (20/01/2017).

Fadilla mengatakan, sebelum di Makassar ia sudah berkunjung ke Australia selama dua bulan.

“Jadi program AIYEP berlangsung selama empat bulan yang terbagi menjadi dua fase, fase pertama dilaksanakan di Australia dan kedua dilaksanakan di Indonesia, masing-masing terbagi lagi fase desa dan fase kota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum ke UIN Alauddin mereka di Bulukumba selama satu bulan fase desa untuk Indonesia yaitu, community development atau pemberdayaan masyarakat.

“Di Makassar sendiri kami ditempatkan sesuai background dan passion, seperti pendidikan, bakat dan minat. Kadang ada yang minta direct maunya ditempatkan dimana, selebihnya hanya mengisi latar belakang pendidikan dan minatnya apa,” tuturnya.

Prof Mustari Mustafa mengatakan, kedatangan peserta AIYEP di UIN Alauddin selama tujuh hari kerja disambut baik oleh pihak UIN Alauddin Makassar.

“Kami menyambut baik kedatangan Fadilla dan Alex kesini, saya juga sudah sampaikan ke Rektor dan sambutannya baik. Kami sudah sempat bincang-bincang apa tujuan mereka akan kita bantu,” ujarnya.

Penulis: Desy Monoarfa

Editor: Nur Isna