Pelantikan Pengurus LK FST Usung Konsep Outdoor

Pelantikan pengurus LK FST di halaman Gedung FST UIN Alauddin Makassar yang dilantik langsung oleh Dekan Prof Dr Arifuddin. Rabu (25/01/2017).

Washilah – Fakultas Sains dan Tekhnologi (FST) UIN Alauddin Makassar menggelar acara pelantikan Pengurus Lembaga Kemahasiswaan (LK) dengan konsep outdoor di Halaman Gedung FST yang dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Siti Aisyah. Rabu (25/01/2017).

LK yang terdiri dari Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Mahasiswa (Dema), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) ‘Ulil Al-Bab dan Lembaga Kajian An-Nur dilantik secara resmi oleh Dekan FST Prof Dr Arifuddin.

Ketua Dema yang dilantik Muhammad Syafaat mengatakan, pelantikan pengurus dengan konsep outdoor merupakan yang pertama kali di FST.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan kreatifitas teman-teman, pelantikan pengurus LK periode 2017 mengusung konsep outdoor merupakan kali pertama di FST,” ujarnya.

Selaku Ketua Dema, dalam sambutannya ada dua harapan yang ia sampaikan. Pertama, ia menginginkan ruang perkuliahan di rehabilitasi dan meminta agar pihak birokrasi tidak mengekang kreatifitas siapa pun itu, baik pengurus maupun mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Prof Dr Arifuddin mengungkap, untuk rehabilitasi Gedung E sudah ada anggarannya.

“Saya mengucapkan selamat dan mudah-mudahan sukses, 2017 saya jadikan sebagai tahun akreditasi, mohon kerjasamanya bantu jurusan agar terakreditasi minimal B. Saya minta kalau bisa visitasi dan tim asesornya datang setelah rehabilitasi,” tuturnya.

Prof Arifuddin juga berpesan, agar mahasiswa mempelajari tugas dan wewenang masing-masing supaya tidak kontra produktif.

In sya Allah kreatifitasnya bisa terasah, saya mau mengingatkan kembali kepada pengurus LK tolong di baca benar-benar buku saku yang ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelantikan secara bersamaan tersebut sebagai bentuk solidaritas LK FST.

“Saya senang melantik pengurus LK secara bersamaan sebagai bentuk solidaritas yang dibangun sejak awal,” tutupnya.

Penulis: Desy Monoarfa

Editor: Nur Isna