Opini: Menunggu Realisasi Gedung Kuliah Terpadu

Dirjen Pendis Prof Dr Phill Kamaruddin Amin meletakkan batu pertama pada gedung kuliah terpadu di UIN Alauddin Makassar. Sabtu (06/08/2016). Foto : Rosida Ibrahim

Oleh : Faisal Mustafa

Pembangunan tiga gedung kuliah terpadu yang berlokasikan di belakang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dinilai berjalan lamban. Gedung yang awalnya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2016 tampaknya tidak kunjung ada penyelesaian. Alhasil gedung yang seharusnya bisa ditempati pada perkuliahan semester genap ini harus memakan waktu untuk pengerjaannya.

Tiga gedung yang rencananya akan ditempati oleh enam fakultas yang ada di UIN Alauddin Makassar ini, masing-masing berjumlahkan empat lantai. Pada hasil Rapat Pimpinan (rapim) setiap gedung akan ditempati oleh dua fakultas sekaligus. Namun, untuk pembagian gedung sampai sekarang masih belum di informasikan kepada mahasiswa.

Pembangunan gedung kuliah terpadu ini ternyata telah banyak mendapat respon dari sejumlah mahasiswa. Antusias mahasiswa dalam menantikan terbangunnya tempat perkuliahan baru ternyata cukup luas. Salah satunya Nurul, mahasiswi FDK semester lima ini menyikapi dengan dukungan agar gedung tersebut cepat rampung dan segera dipergunakan. Ia berharap agar gedung tersebut bisa segera selesai dan dapat digunakan untuk belajar karena Gedung Mahad Ali tidak kondusif lagi untuk belajar.

Jumlah kerja yang hanya 150 hari membuat pembangunan gedung ini berjalan begitu singkat. Dengan kata lain, jumlah hari tidak sesuai dengan banyaknya gedung yang akan di dirikan. Mallapiang selaku manajemen pembangunan mengatakan jika pembangunan ini telah berjalan sekitar 75 persen. Hanya saja ada beberapa kelengkapan bangunan yang tidak masuk dalam lampiran terkait tentang bahan dari gedung tersebut.  Jadi, hal ini menyebabkan ada tambahan hari dalam pengerjaan.

Mallapiang juga menegaskan jika ia tidak tahu kapan gedung ini akan rampung dan siap dipakai. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya mengetahui bagian dari proses bangunnya saja, untuk kapan akan ditempati itu sudah urusan pimpinan UIN Alauddin Makassar.

Jika dilihat dari hasil Rapim yang mengatakan bahwa jika pembangunan ini tidak selesai dalam tahun 2016, maka akan ada masalah kedepannya. Karena anggaran tahun 2016 justeru digunakan di tahun 2017. Namun, sampai saat ini masih belum ada konfirmasi dari Rektor maupun Wakil Rektor (WR) II selaku bagian administrasi umum dan perencanaan keuangan.

Jadi dapat dikatakan harapan untuk menempati gedung kuliah terpadu di awal tahun 2017 harus pupus. Mahasiswa FDK yang telah genap satu semester menempati gedung Mahad Ali harus bersabar dalam menanti tempat yang layak untuk dipakai belajar.

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).