Mahasiswa UIN Alauddin Wakili Sulsel Dalam International Thailand Culture Camp

Nur Syamsul Rizal S (kiri) adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar yang wakili Sulsel dalam International Thailand Culture Camp. Kamis (24/01/2017).

Washilah – Nur Syamsul Rizal S mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar, menjadi satu-satunya peserta dari Sulawesi Selatan yang mengikuti kegiatan International Thailand Culture Camp yang dilaksanakan oleh Chulalongkorn University pada tanggal 18-23 Januari 2017 di Thailand.

Kegiatan yang mendatangkan empat professor ternama sebagai instruktur ini, diikuti oleh 85 peserta dari sembilan negara. Adapun dari Indonesia sendiri, sebanyak 15 orang, satu dari Sulawesi Selatan, satu dari Jakarta, satu dari Jawa Barat, dan 12 dari Jawa Timur.

Syamsul mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pemuda dengan tidak melupakan identitas etnis dan budaya mereka masing-masing sebagai generasi penerus bangsa.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dimana jiwa kepemimpinan seseorang dibangun lewat bagaimana cara berpikir yang bijak dalam mengayomi teman-teman, namun tetap tidak melupakan identitas etnis dan budaya masing-masing,” ujarnya. Selasa (24/01/2017).

Selain itu, kegiatan International Thailand Culture Camp juga untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal budaya masing-masing negara serta bertukar pemahaman dalam berdialog menggunakan bahasa inggris.

“Dalam keegiatan ini bagaimana cara menghandle orang dengan background yang berbeda-beda dengan satu tujuan, agar setiap peserta mengenal budaya masing-masing dan mampu menghasilkan sebuah penampilan yang menakjubkan pada akhirnya,” tuturnya.

Syamsul juga menjelaskan, unity in diversity menjadi kalimat penyatu saat melaksanakan kegiatan tersebut, karena menggabungkan seluruh pemuda dalam satu kelompok kecil untuk menghasilkan sebuah penampilan budaya yang beragam tidaklah mudah.

Unity in diversity sebagai kalimat penyatu kami, karena dari negara yang berbeda maka untuk menghasilkan penampilan dibutuhkan kerjasama, kemampuan emosional yang tinggi, simpati, empati, dan tukar pikiran yang mampu membangun persaudaraan kelompok,” jelasnya.

Penulis: Nur Isna

Comments

comments