Wacana Parkir Berbayar Akan Jamin Asuransi Kerugian

Tampak parkiran depan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Menyusul wacana parkir berbayar kampus menjanjikan asuransi kerugian apabila terjadi kehilangan.

Washilah–Sosialisasi mengenai rencana sistem parkir berbayar oleh Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) dilingkup kampus UIN Alauddin ternyata menimbulkan reaksi pro dan kontra dari kalangan civitas akademik.

Andi Muh Syaiful salah satu mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) mengatakan, bahwa sistem parkir berbayar ini merugikan untuk kalangan mahasiswa.

“Seperti yang kita ketahui jumlah terbesar di kampus adalah mahasiswa yang nantinya mau tidak mau kita harus menyisihkan biaya khusus parkir, bagi saya tidak tepat kampus sebagai institusi pendidikan menerapkan sistem tersebut,” ujarnya. Minggu (30/10/2016)

Adapun menurut kepala UPT Perpustakaan Quraisy Mathar jika sistem itu orientasinya untuk kebaikan bersama maka harus didukung.

“Saya berbicara bukan selaku kepala UPT Perpustakaan tapi sebagai calon konsumen, saya lebih suka mengeluarkan uang sebanyak itu dengan jaminan kendaraan kita aman,” tuturnya. Rabu(02/11/2016)

Lanjut, Quraisy Mathar menekankan agar sistem yang nantinya diterapkan tidak menyebabkan kemacetan. Olehnya, ia berharap kedepannya tidak hanya ada satu pintu masuk dan satu pintu keluar saja tapi bisa terdesentralisasi di setiap fakultas.

Kepala P2B Drs Samsul Komar menjelaskan bahwa kedepannya jika sistem ini diterapkan maka akan ada jaminan asuransi kerugian kalau terjadi kehilangan motor maupun mobil di dalam kampus.

“Hanya akan ditetapkan satu kali bayar dalam sehari meskipun berkali-kali keluar masuk kampus,” jelasnya. Jum’at(28/10/2016)

Samsul Komar juga berencana akan memindahkan pintu masuk dan pintu keluar untuk mengurangi kemacetan.

Penulis: Nur Isna
Editor: Fadhilah Azis

Comments

comments