Tak Dihadiri WR 3, Mahasiswa Tolak Sosialisasi Parkir Berbayar

Kepala P2B Drs Syamsul Qamar (tengah) saat akan memulai sosialisasi penerapan Auto Parking di lantai satu Gedung Rektorat Kampus II. Jumat (25/11/2016)

Washilah–Sosialisasi Auto Parking oleh pihak Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) di lantai satu Gedung Rektorat siang tadi ditolak mahasiswa. Hal ini lantaran ketidakhadiran Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof St Aisyah. Jumat (25/11/2016)

Bersama Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dra Nuraeni Gani, St Aisyah hadir untuk membuka sosialisasi bersama Kepala P2B Drs Syamsul Qamar. Kendati harus mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim), St Aisyah bersama Nuraeni pun meninggalkan ruangan setelah dilimpahkan kepada Syamsul Qamar.

Sebelumnya, pihak kampus mengundang Lembaga Kemahasiswaan dalam hal ini Dewan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan di delapan fakultas untuk hadir dalam sosialisasi program Auto Parking.

Reaksi tak terima lantas muncul dari hampir seluruh perwakilan Lembaga Kemahasiswaan (LK). Mereka menilai, jika Wakil Rektor III sudah semestinya ikut serta selama sosialisasi.

“Hasil perbincangan bisa kita jadikan acuan ke meja pimpinanan, keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan, ada perwakilan WR, kalau tidak ada apa bedanya sosialisasi fakultas,” ujar perwakilan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).

Hal senada disampaikan perwakilan Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), jika Wakil Rektor III adalah penanggungjawab yang memiliki otoritas, sekaligus sebagai bagian dari penentu kebijakan.

Merasa tak memiliki kewenangan untuk langsung menghadirkan pimpinan terkait, Syamsul Qamar justru menampik, jika St Aisyah sebelum meninggalkan ruangan, telah meminta izin secara demokratis untuk mengikuti Rapim.

Adapun hasil sosialisasi katanya, akan ditulis dan dijadikan sebagai bahan dalam Rapim sebelum putusan.

“Kalau adek-adek mau menulis sendiri kepada rektor hasil dari sosialisasi termasuk persoalan di fakultas silahkan, tidak ada yang batasi,” tuturnya.

Kendati demikian, diskusi selanjutnya tak lagi berjalan mulus. Satu per satu mahasiswa yang memprotes ketidakhadiran WR III, memilih meninggalkan ruangan meski Syamsul Qamar masih melanjutkan sosialisasi.

Ditemui usai rapat, St Aisyah justru berdalih jika alasan ketidakhadirannya murni karena rapat yang harus dihadiri. “Ya masa saya harus belah badanku, ada rapat yang lebih penting,” katanya.

Terlepas dari aksi penolakan yang dilakukan mahasiswa, Syamsul Qamar menegaskan perlu ada sosialisasi lanjutan dimana pimpinan universitas, sudah semestinya terlibat dalam mendengarkan aspirasi.

Penulis: Fadhilah Azis