Rencana Parkir Berbayar Masih Menunggu Persetujuan Civitas Akademik

Washilah–Permasalahan sistem parkir dan keamanan kendaraan menjadi keresahan yang dirasakan bersama oleh civitas akademik kampus UIN Alauddin. Oleh karena itu, Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) mencoba hadir memberi rancangan penataan parkir.

Kepala P2B Drs Samsul Komar menjelaskan bahwa jika sistem yang dipilih melibatkan pihak ketiga dalam hal ini perusahaan, maka konsekuensinya pasti berbayar karena ada menejemen, fasilitas, dan operasional yang diberikan.

“Berdasarkan amanah pimpinan saya ditugaskan melakukan sosialisasi, dan saya berharap respon positif dari civitas akademik,” ujarnya saat ditemui diruangannya. Jum’at(28/10/2016)

Lanjut, ia pun menjelaskan sebenarnya bisa diterapkan parkir tidak berbayar jika UIN Alauddin yang menangani itu, hanya saja terkendala pada Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dari semua elemen kampus mulai dari civitas akademik, lembaga kemahasiswaan, satpam, dosen honorer, dan juga dosen tetap non PNS, mana yang memiliki kewajiban untuk menangani parkir? ternyata tugasnya tidak ada yang menyangkut parkir,” tegasnya.

Ia pun menambahkan bahwa sistem ini menjadi salah satu bentuk perwujudan dari kampus peradaban karena akan tercipta keteraturan sistem parkir dan keamanan.

“Ini kan baru konsep, kalau ditolak oleh civitas akademika berarti saya tidak punya pekerjaan tambahan,” tuturnya.

Penulis: Nur Isna
Editor: Fadhilah Azis

Comments

comments