Mengenal Jurnalisme Sejarah Melalui PJTLN

Sesi foto bersama panitia dengan peserta PJTLN UKM LIMA di sela-sela ppenerimaan materi. Senin (10/10/2016)

Washilah– 20 peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) perwakilan dari 13 Universitas se-Indonesia mendapat materi perdana bertemakan “Mengenal Jurnalisme Sejarah”, di Aula BP PAUD dan Diklat Kota Makassar, Senin (10/10/2016).

Materi perdana tersebut dibawakan oleh Eko Rusdianto, seorang Journalist freelance, dan penulis tetap di kolom majalah historia, pernah bekerja di Harian Fajar Makassar tahun 2009, Bisnis Indonesia koran Sindo 2010, Gatra 2011. Sekarang bekerja di Mengabai Indonesia.

Eko Rusdianto, kala memaparkan materi mengungkap perihal paham jurnalisme yang salah kaprah, baginya tak ada jurnalisme sejarah, jurnalisme saatrawi , ataukah jurnalisme traveling. Baginya jurnalisme adalah metode, tidak ada jurnalisme yang merun


cing pada satu titik aliran.

“Jurnalisme metode tidak ada jurnalisme dan embel-embel,” ujarnya.

Eko juga menekankan Identitas diri, dan independensi seorang wartawan, juga menjadi ruh dalam usaha memantau kekuasan dan penyambung lidah.

Eko Rudiyanto banyak berdiskusi dengan peserta PJTLN UKM LIMA terkait paham jurnalisme yang bermunculan beraneka ragam varian sepeti jurnalisme ekonomi, politik, traveling, jurnalisme sejarah, sastrawi, jurnalisme plat kuning dan lain-lain.

Selama materi berlangsung, peserta delegasi dari 13 LMP se-Indonesia diantanya Persma Fajar USU dan LPM Ganto Padang berbincang interaktif seputar paham jurnalisme tersebut.

Penulis: Epi Aresih

Editor: Afrilian C Putri