FDK Adakan Simulasi Penyiaran Program Pertelevisian

Suasana pemutaran film dalam rangka simulasi program pertelevisian yang digelar oleh FDK dengan menggandeng P3FTV Makassar. Kegiatan tersebut bertempat di Lecture Theatre FDK UIn Alauddin Makassar. Kamis (29/09/2016).

Washilah– Pendidikan Profesi Pertelevisian (P3TV) Makassar bekerja sama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar terkait simulasi penyiaran program pertelevisian, bertempat di Lecture Theatre (LT) FDK. Kamis (29/09/2016)

Sistem dan kru ditempatkan diruang Laboratorium TV FDK, sebagai studio live program talk show, yang mengangkat tema inovasi mahasiswa dalam mengembangan bisnis berbasis gadget.

Banyak kawula muda Makassar yang masih berstatus mahasiswa mulai merintis bisnis  jenis Star up, bisnis yang sedang berkembang dan akan menjadi besar.

Jenis usaha star up banyak digandrungi sebab intensitas penggunaan gadget dalam keseharian mampu menjadi peluang bisnis menjanjikan, sebut saja Traveloka dan Gojek yang laris manis hingga kini.

Konsep tayangan yang fresh namun mengandung nilai-nilai kehidupan menjadi sentuhan tersendiri P3TV dalam jeda setiap programnya. Ilustrasi pantai yang tak terawat karena sampah dan beberapa tayangan yang menyinggung kebiasaan buruk masyarakat.

Beberapa programnya banyak mengangkat keunikan Makassar dari segi ragam kuliner juga kuliner inovatif seperti Mie Rampok, dan Donat varian rasa yang mempekerjakan Tuna Wicara sebagai pelayan, etnik budaya Sulawesi Selatan, dan beberapa tempat bersejarah juga tentunya seperti Benteng Panyunya yang dijadikan sebagai pusat kebudayaan Sulawesi Selatan.

Sementara dari sisi pemberitaan P3TV Makassar menampilkan tayangan para pengemis di pinggir jalan yang kesehariannya berpura-pura cacat agar bisa memperoleh rupiah dari rasa iba pengguna jalan, sedikit mirip dengan reportase investigasi.

Di Gowa sendiri, tepatnya di Jl Hertasning Baru P3TV Makassar juga mengangkat keunikan Masjid Ceng Ho yang banyak didatangi jemaah karena kelangkapan fasilitas berupa buku-buku bacaan ditambah arsitektur masjid yang menawan, mengadopsi bangunan tionghoa dan kearifan lokal Bugis-Makassar.

Penulis: Epi Aresih

Editor: Afrilian C Putri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*