Kaji Penistaan Agama di Mata Hukum, ILS Gelar Dialog

Suasana peserta dialog publik bertema "Penistaan Agama" berlangsung di LT FSH. Rabu (26/10/2016)

Washilah— Pengurus Independent Law Student (ILS) Periode 2016-2017 adakan dialog bertema “Penistaan Agama ditinjau Dari Perspektif Hukum”. Jika isu SARA dan Penistaan agama terus dipandang pada konteks politik dan kepentingan maka ILS sebagai lembaga hukum, menggunakan kacamata hukum tentunya. Kegiatan ini digelar di Lecture Theatre (LT) Fakuktas Syariah dan Hukum (FSH), Rabu (26/10/2016).

Menarik untuk diperbincangkan pasalnya, isu penistaan agama kian muncul ke permukaan. Negara Kesatuan Republik Indonesia memang sebuah Negara Bangsa (Nation-state).

Febri Ramadhani selaku Moderator mengatakan, fakta sosial menujukkan pluralitas suku, bangsa, ras dan antar golongan menjadi kekayaan tersendiri bagi negara ini,” ujarnya saat akan memulai acara.

Proses dialog terlihat sangat interaktif, karena Pengurus ILS menghadirkan narasumber dalam berbagai kapasitas keilmuan dan profesi. Di antaranya selaku Akademisi Hukum Dr Fadly Andi Natsif SH MH, Anggota Komisi Fatwa MUI Sul-Sel Prof Arifuddin Ahmad, dan Pengurus Walubi dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Yongress.

Menurut Ketua Umum ILS Rahmat Hidayat, kegiatan dialog ini bertujuan untuk menunjang kapabilitas hukum kader-kader ILS.

Di akhir dialog dan di sela-sela pemberian cendramata kepada narasumber datang salah satu The Founding Father of ILS, yakni Andi Firmansyah.

“Saya bangga melihat kader-kader ILS yang terus berkarya lewat dialog publik seperti ini,” ujarnya.

Dialog Publik ini berlangsung selama empat jam, dan diakhiri dengan pemberian plakat kepada setiap narasumber yang menyempatkan hadir di tengah-tengah kesibukannya.

Citizen report: Febri Ramadhan
*Washilah menerima tulisan berupa esai, opini dan sastra

Comments

comments