WD III FEBI Angkat Bicara Terkait Pembubaran OPAK

Maba FEBI tengah berbaris mendengar arahan panitia dari pihak mahasiswa, sebelum berjalan keliling universitas. Sabtu (05/09/2016)

Washilah–Perihal pintu perpustakaan tertutup yang berbuntut pengunduran diri Quraisy Mathar sebagai Kepala Perpustakaan Umum UIN Alauddin Makassar. Dr Syaharuddin MSi selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan angkat bicara alasan terkait pembubaran OPAK fakultas. Senin (05/09/2016)

“Pengunduran diri Quraisy Mathar dari jabatannya sebagai Kepala Perpustakaan Umum UIN Alauddin Makassar tak ada hubungannya dengan pembubaran OPAK hari terakhir di FEBI,” ujar Dr Syaharuddin pada reporter Washilah saat ditemui di ruangannya (05/09).

Alasan utama pembubaran OPAK Fakultas yang notabenenya jadwal orientasi akademik dan birokrasi terpaksa dilakukan guna menjaga nama baik UIN terutama dimata orang tua/wali mahasiswa baru dan menanggulangi resiko yang tak diinginkan terjadi.

Pihak pimpinan FEBI terpaksa memulangkan maba, pembubaran OPAK telah diperpertimbangan oleh Ketua Panitia OPAK Dr Sirajuddin serta Dekan FEBI Prof Dr H Ambo Asse MAg yang disetujui oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof St Aisyah.

Sengat beresiko melihat kondisi maba yang sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan OPAK. “Sebanyak 20 maba satu persatu jatuh pingsan sebab kepanasan, sementara perpustakaan  tertutup dan tak ada ruang cadangan untuk untuk menampung maba,” jelas Dr Syaharuddin.

Tak hanya itu, mahasiswa baru FEBI pada saat itu terpaksa duduk tak beralas di depan perpustakaan untuk menghindari banyaknya mahasiswa yang kelelahan.

Dr Syaharuddin kemudian menambahkan bahwa langkah sigap ini diambil guna melindungi “Kampus Peradaban” dari pemberitaan kurang enak yang berpotensi mencedarai UIN sehubungan dengan kegiatan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017.

Karena persoalan ini bersifat urgent bagi FEBI, Dr Syaharuddin juga tengah mengusung tim investigasi untuk menuntaskan isu-isu terkait kunci perpustakaan yang banyak melahirkan isu-isu sensitif.

Penulis: Andriani/Epi Aresih
Editor: Fadhilah Azis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*