OPAK FEBI Dibubarkan, 20 Maba Pingsan

Suasana OPAK FEBI yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Umum. Jumat (02/09/2016.

Washilah–Beberapa waktu lalu pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar terpaksa membubarkan Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK) Mahasiswa Baru (Maba) 2016 di hari ketiga. Hal ini dikarenakan pintu perpustakaan umum yang digunakan selama berlangsungnya acara tak kunjung terbuka, hingga mengakibatkan 20 maba pingsan.

Sehari sebelum OPAK, keputusan Rektor Prof Dr Musafir Pababbari menginstruksikan bahwa FEBI mendapat bagian di Perpustakaan Umum selama dua hari OPAK tingkat fakultas.

Awalnya tak ada kendala, baik hari pertama yang berlangsung di Gedung Auditorium atau hari kedua tingkat fakultas di perpustakaan, Jumat (02/09). Namun, di hari ketiga persoalan mulai muncul dimana pintu perpustakaan tak kunjung terbuka. Bahkan, kejelasan pemegang kunci pun tak diketahui.

Sekretaris Panitia OPAK yang juga mahasiswa FEBI Arief Wiranto saat diwawancarai Reporter Washilah mengatakan, jika pihak panitia tak tau menahu perihal kunci tersebut.

Sama halnya dengan Ketua panitia OPAK FEBI Dr Sirajuddin SE MSi sekaligus Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi yang mengatakan, telah menginformasikan pegawai perpustakaan kala itu.

“Karena perpustakaan masih juga tertutup, saya secepatnya menginformasikan pada dua orang pegawai pemegang kunci perpustakaan, namun keduanya mengaku tak tahu menahu dengan kunci,” ujarnya.

Dr Sirajuddin juga memberi pengakuan bahwa dirinya terus mencoba menghubungi Kepala Perpustakaan Umum, bahkan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEBI Dr Syaharuddin MSi hingga turun tangan namun tak ada respon.

“Tak ada respon sedikitpun dari Kepala Perpustakaan dan lebih dari 10 kali saya telepon, sebelum saya mengutus salah satu dosen untuk menghadap ke Quraisy Mathar dan ia menjawab saya bukan tukang kunci,” tegas Dr Sirajuddin.

Keadaan kian memburuk, sebanyak 20 maba jatuh pingsan karena dehidrasi, kepanasan dan tak ada ruang cadangan untuk menampung maba. Tak ingin menuai persoalan yang lebih besar, pihak fakultas akhirnya memutuskan pembubaran OPAK setelah sebelumnya disetujui oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof St Aisyah.

Setelah pembubaran OPAK FEBI secara terpaksa oleh Ketua Panitia Dr Sirajuddin, tiba-tiba saja pintu perpustakaan terbuka. “Ternyata si pemegang kunci yang pertama kali ditanyai perihal kunci yang telah membuka,” bebernya.

Di lain pihak, Kepala Perpustakaan Quraisy Mathar yang memberi pernyataan melalui akun Facebooknya menegaskan tak tau perihal kunci mengunci. Namun, karena merasa harus ada pihak yang bertanggung jawab, Quraisy pun memilih mengambil tindakan dengan melayangkan surat pengunduran diri.

Penulis: Epi Aresih/Andriani
Editor: Fadhilah Azis

Comments

comments