Laporkan Pembakaran Atribut ke Komdis, HMI Berharap Keadilan

bakaran atribut HMI pada Jumat (09/09/2016) ke Polres Gowa, Pengurus HMI komisariat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan didampingi oleh Pengurus Komisariat HMI sejajaran UIN Alauddin Makassar serta Pengurus Kordinator komisariat HMI sejajaran UIN Alauddin Makassar, kembali melanjutkan tuntutannya melalui Komisi Disiplin (Komdis) yang di tujukan kepada Oknum Dosen pembakar atribut HMI. Senin (19/09/2016).

 

Washilah– Setelah sebelumnya melaporkan pembakaran atribut HMI pada Jumat (09/09/2016) ke Polres Gowa, Pengurus HMI komisariat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan didampingi oleh Pengurus Komisariat HMI sejajaran UIN Alauddin Makassar serta Pengurus Kordinator komisariat HMI sejajaran UIN Alauddin Makassar, kembali melanjutkan tuntutannya melalui Komisi Disiplin (Komdis) yang di tujukan kepada SB selaku Oknum Dosen pembakar atribut HMI. Senin (19/09/2016).

Tuntutan yang diajukan kepada komdis selaku hak yang berwenang untuk menindak lanjuti kejadian itu agar sekiranya dipecat dari jabatannya selaku dosen pengajar di UIN Alauddin Makassar.

Pembakaran yang dilakukan oleh oknum dosen itu diduga melanggar Pasal 406 ayat 1 yang berbunyi “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,”

Ketua Komisariat Tarbiyah Muzakkir, berharap bahwa laporannya kepada Komdis semoga menemukan titik terang dari kejadian itu sehingga tidak terjadi lagi hal serupa.

“Kami hanya inginkan keadilan dari pembakaran atribut kami yaitu HMI, kami berharap agar SB dicopot dari jabatannya, sehingga kedepan tidak ada lagi yang berbuat semena-mena kepada kami,” tegasnya.

Penulis: Sahi Alqadri

Editor: Afrilian C Putri

Comments

comments