Ini Alasan Quraisy Mathar Mengundurkan Diri

Kepala UPT Perpustakaan M Quraisy Mathar

*Sumber: Int

Washilah– Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Quraisy Mathar membantah mundur dari jabatannya hanya gara-gara persoalan kunci. Pasalnya, pengunduran diri ini sebagai bentuk tanggung jawab dan wewenang sebagai pimpinan. Hal tersebut dibeberkannya kepada Reporter Washilah di Gedung Rektorat lantai I usai menyerahkan surat pengunduran dirinya. Senin (05/09/2016)

“Saya menganggap ini kesalahan saya, karena saya yakin tidak ada yang mau menyebut dia salah. Walaupun secara kasat mata begitu banyak orang yang bisa kita salahkan. Sebetulnya saya mau mengajak, kalau saya mundur, sebaiknya yang merasa salah juga ikut mundur,” tuturnya.

Kepala UPT Perpustakaan tersebut juga mengambil langkah ini agar dijadikan sebagai pembelajaran bagi dirinya sendiri dan civitas akademika UIN Alauddin bahwa jabatan itu amanah.

“Kalau kita lulus didunia, pasti diakhirat lulus. Lebih bagus kita bertanggung jawab di dunia saja, ini menjadi kesalahan saya,” katanya.

Ia juga beranggapan bahwa kurangnya kesadaran dalam memikul tanggung jawab.

“Semua merasa ini kelemahan saya mengkoordinir teman-teman untuk urusan kunci. Tapi sudahlah, tidak ada orang yang mau mengambil tanggung jawab itu, makanya saya ambil dan ujungnya adalah saya membuat surat pengunduran diri,” urainya.

Walaupun ia juga tidak tahu menahu persoalan kunci namun Quraisy tidak mau jika pegawainya disalahkan.

“Saya juga tidak ingin pustakawan-pustakawan yang ada di perpustakaan termasuk staf disalahkan hanya gara-gara kunci karena itu bukan tupoksi mereka,” ungkapnya.

Lanjut Quraisy Mathar, “Bila mahasiswa yang datang ke saya marah-marah dan lain sebagainya, saya bisa pahami. Karena masanya mereka liar, beraktualisasi dan sebagainya,” ungkapnya.

Namun, ia menyesalkan tindakan pimpinan yang menelepon, mempertanyakan dan mempermasalahkan persoalan kunci kepada dirinya.

“Itu yang saya tidak terima. Saya diangkat menjadi Kepala Perpustakaan tidak ada satupun poin bahwa kepala perpustakaan bertugas untuk memegang kunci dan mengurus itu, kalau ada sejak dari awal saya tidak terima jabatan ini sebagai kepala perpustakaan,” bebernya.

Quraisy Mathar juga menambahkan, persoalan ini menjadi bukti lemahnya koordinasi di kampus.

“Persoalan kunci masuk untuk persoalan yang lebih besar. Persoalan kita di Kampus sebetulnya ada pada lemahnya koordinasi. Jadi, tidak usah mencari siapa yang salah, fakultas apa yang salah, oknum siapa yang salah. Sudahlah, mending kita duduk diam, mengakui kesalahannya kemudian kita perbaiki koordinasinya,” tutupnya.

Penulis : Desy Monoarfa/Andriani

Editor: Afrilian C Putri

Comments

comments