Gelar Aksi, Mahasiswa Protes Pembakaran Baliho HMI

Tampak Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Prof Lomba Sultan bersama dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Siti Aisyah, sedang memberikan arahannya kepada massa demonstran yang menuntut perihal pembakaran baliho HMI. Rabu (14/09/2016.

Washilah– Merasa dilecehkan, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menggelar aksi di Kampus ll UIN Alauddin Makassar guna memprotes pembakaran baliho HMI oleh salah satu Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Dr Suddin Bani M Ag yang sekaligus mantan Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayyah (PGMI). Rabu (14/09/2016)

Aksi dimulai di depan Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis Islami (FEBI), selanjutnya menuju ke Gedung Fakultas Sains dan Teknologi (FTK) lalu berakhir di Gedung Rektorat.

Jendral Lapangan HMI Komisariat FTK Usman dan Para Jendral lapangan dari beberapa fakultas juga ikut serta dalam orasi tersebut. Diantaranya Jendral lapangan FEBI, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), dan Fakultas Kedokteran dan  Ilmu Kesehatan (FKIK).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FTK Dr H Syahruddin M Pd yang menghampiri demonstran menuturkan, jika masalah tersebut semestinya ditangani oleh GBK.

“Masalah ini mustinya ditangani ketua Gerakan Bersih Kampus (GBK) bukan pimpinan Tarbiyah, mengingat GBK lah yang bertugas menjaga keteraturan lingkungan kampus,” tuturnya.

Sesampainya di Gedung Rektorat, Wakil Rektor Administrasi dan Keuangan Prof Dr H Lomba Sultan M A dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Siti Aisyah M A P hD menanggapi langsung gugatan tersebut di depan Gedung Rektorat.

Lebih lanjut Prof Lomba mengatakan, para wakil rektor tidak mempunyai andil dalam gugatan pembakaran logo, yang berwenang adalah pimpinan FTK untuk memproses kasus tersebut sebelum dikelola Komisi Disiplin (Komdis).

Ketua Komisariat UIN Alauddin Zulkifli BS menegaskan bahwa pihaknya akan membawa masalah itu ke ranah hukum.

“Mahasiswa mengancam akan membawa permasalahan itu keranah hukum dan berjanji akan menurunkan massa dari pusat untuk kembali berdemo didepan Kantor Kementrian Agama (Kemenag),” tegasnya.

Diakhir, Prof Siti Aisyah menginstruksikan agar menulis surat gugatan resmi untuk kemudian diproses ke Komdis. Selain itu Warek III juga menjaminkan akan membuat edaran larangan pembakaran atribut, agar tidak ada tindakan serupa yang mungkin saja kembali terjadi**

Penulis: Epi Aresih

Editor: Afrilian C Putri