Gara-Gara Kunci, Kepala Perpustakaan UIN Akui Segera Mundur Dari Jabatan

Kepala UPT Perpustakaan M Quraisy Mathar

Washilah–Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UIN Alauddin Makassar M Quraisy Mathar melalui akun Facbook pribadinya menyampaikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Pasalnya, dalam curhatan tersebut mantan Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan ini mengaku akan mengajukan pengunduran diri dalam waktu dekat.

“Progres terakhirku di UPT Perpustakaan.
Kemarin saya sempat berbicara dalam sesi implementasi mitra kerjasama dgn Perpustakaan Nasional. Seingat saya, 3 kali peserta memberi aplaus persentasi singkat saya ttg progres UPT Perpustakaan UIN Alauddin. Baik progres yg sudah terlaksana maupun yg masih dalam tahap rencana. Saat di Jakarta, saya dihubungi pimpinan utk meminta izin menggunakan lobi perpustakaan. Saya yg masih di Jakarta hanya mengiyakan, karena menyangka sesinya adalah orientasi perpustakaan. Lalu subuh tadi saya pulang ke Makassar. Pagi pukul 07.00 saya langsung menuju kampus dan menyaksikan betapa kotornya lobi perpustakaan yg digunakan utk kegiatan orientasi pengenalan mahasiswa baru. Saya berniat membersihkan, namun saat menanyakan ke para cleaning service yg sudah hadir ternyata tak satu pun yg memiliki kunci perpustakaan. Salah seorang cleaning service menyampaikan bahwa mungkin kuncinya dipegang oleh panitia kegiatan orientasi. Saya lalu berkunjung ke fakultas yg melaksanakan orientasi di perpustakaan sembari menitip pesan agar selepas acara utk membersihkan kembali perpustakaan. Saya menyapa kawan-kawan di sana, diapresiasi, bahkan diberi sesi orientasi. Saya pun balik ke fakultas lain yg juga mengundang utk memberi sesi orientasi.

Lalu persoalan itu pun dimulai. Saya dikontak beberapa kawan yg menanyakan kunci perpustakaan. Sebagian bahkan dgn nada menyalahkan saya. Hey, yg menyalahkan saya, kemarin saya masih terus memperjuangkan progres perpustakaan UIN Alauddin di Jakarta. Tiba-tiba hanya urusan kunci menyalahkan saya yg sejak awal menjabat tak pernah tahu ttg urusan kunci mengunci.

Maka dengan ini, dengan segala hormat saya, beserta permohonan maaf saya kepada kawan-kawan, khususnya kawan-kawan di fakultas yg melaksanakan orientasi di perpustakaan. Akibat lemahnya koordinasi, surat izin orientasi dikirim sehari sebelum kegiatan ketika saya sudah di Jakarta. Izinkan saya utk rehat dan pamit dari UPT Perpustakaan. Seluruh kelengkapan administratif pengunduran diri akan saya siapkan 2 hari ke depan. Sengaja hal ini saya upload, agar menjadi pembelajaran buat kita semua, dan agar kita semua semakin punya kepedulian thd perpustakaan.
Wassalam, salam dan hormatku selalu.”

Selang beberapa waktu memposting status tersebut, Quraisyh Mathar menambahkan lagi sebagai bentuk penegasan terhadap keputusannya.

“Kuputuskan untuk berhenti. Beragam respon datang. Seorang kawan bertanya, apa karena persoalan kunci saya memilih mundur ? Tentu bukan, karena saya bukan tukang atau penyimpan kunci. Persoalan kunci itu hanya menjadi akhir dari serangkaian persoalan besar di belakangnya. Kunci itu menjadi penanda betapa carut marutnya struktur kerja di tempatku. Cara memperlakukan kunci dan cara meminta kunci ternyata bermasalah di tempat kerjaku,” tutupnya.

Berbagai respon pun bermunculan di kolom komentar Quraisy, memintanya mempertimbangkan keputusan tersebut yang hanya dijawab dengan permohonan maaf dan tetap pada keputusan awal.

Penulis: Sahi Al Qadri
Editor: Fadhilah Azis

Comments

comments