Curanmor Kembali Terjadi, Quraisy: Kita Butuh Pemimpin “Out Of The Box”

Seorang mahasiswi (kanan) menangis tersedu sambil membekap mulutnya sesaat setelah kehilangan motor. Jumat (01/07/2016)

Washilah–Masih dengan topik masalah Pencurian Motor (Curanmor) yang hingga kini belum mendapat titik penyelesaian. Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Quraisy Mathar kembali mengutarakan keresahannya melalui akun facebook pribadinya.

Pasalnya, setelah beberapa waktu yang lalu Koordinator Keamanan Syarifuddin memberikan himbauan akan adanya pemberlakuan sistem buka tutup gerbang masuk dan keluar serta pemeriksaan STNK motor, kejadian pencurian motor justru masih terjadi. Kali ini, nasib malang menimpa salah satu mahasiswi di area Perpustakaan UIN Alauddin.

Quraisy pun menghaturkan permohonan maaf serta keperihatinannya terhadap musibah tersebut.

Selaku Kepala Pusat UPT Perpustakaan UINAM, saya menghaturkan maaf sebesar-besarnya atas musibah yg menimpa adinda. Saya kehabisan kata utk sistem berkeamanan kita di kampus,” tulisnya melalui postingan difacebooknya. Jum’at (01/07/2016)

Lanjut, ia pun memposting kejadian tersebut yang dikutip dari status orang lain.

Ini status seorang kawan sore tadi;
Mahasiswi yang kerudung biru muda adalah mahasiswi yang kurang beruntung di bulan ramadhan sebab dia adalah salah satu Mahasiswa sebagai korban terakhir dan sekaligus korban pertama dibulan juli 2016 yang DICURI MOTORNYA , kejadiannya tadi siang sewaktu mahasiswi ini pulang diasramnya dekat perpustakaan pusat UIN untuk menunaikan ibadah sholat duhur, setelah sholat duhur yang bersangkutan mau kembali kefakultasnya untuk kuliah, ternyata pada saat mau mengambil motornya ternyata sudah dicuri Maling. semoga ini yg terakhir pencurian motor di UIN. sabarki andi , wassalam”

Seperti sebelumnya, postingan dari Quraisy Mathar mendapat respon dari berbagai pihak, tidak hanya mahasiswa tetapi juga pimpinan. Salah satunya yakni Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Rasyid Masri.

Ikut perihatin dg kejadian tersebut,,semoga rektor dan warek 2 membaca tulisan de qurais dan cepat mengambil kebijakan yg bisa memberi rasa aman bagi mhs kita, adaikan dekan punya kewenangan maka demi Allah perlu segera membentuk tiem pengamanan yg profesional dengan sistem modern, sudah berkali kali kejadian yg sama.. Ada pengalaman di FDK sebelum di mana masyarakat umum lalu lalang dg bebas di belakang FDK.seminggu saya jadi dekan saya tutup mati dg pondasi beton..dan sy langsung tahan satu persatu masyarakat dan memberi pemahaman, yg tadinya di perkirakan akan ribut faktanya aman saja dan tdk ada lagi motor apalagi mobil dg bebas mondar mandir di belakang FDK,,ada saat nya pimpinan harus berani dan tegas,,bukan jadi pemimpin cari aman saja..semoga ada solusi ,amien,” tulisnya pada kolom komentar.

Quraisy Mathar pun menanggapi komentar dari Masri Rasyid bahwa ia sepakat dengan Dekan FDK. Karena menurutnya, perlu ada pemimpin yang Out Of The Box untuk malasah ini. Atau dengan kata lain, seorang pemimpin yang mampu keluar dari zona nyaman, terbuka dan menerima serta mampu melakukan hal yang berbeda.

Penulis: Nur Isna
Editor: Fadhilah Azis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*