Mahasiswa Ilmu Politik FUF Akan KKL di 12 Komunitas

Suasana sosialisasi KKL yang dilakukan kepada mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2013. Kegiatan ini berlangsung di LT FUF. Kamis (09/05/2016)
Suasana sosialisasi KKL yang dilakukan kepada mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2013. Kegiatan ini berlangsung di LT FUF. Kamis (09/05/2016)
Suasana sosialisasi KKL yang dilakukan kepada mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2013. Kegiatan ini berlangsung di LT FUF. Kamis (09/05/2016)

Washilah–Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan kegiatan yang memperkenalkan mahasiswa ke dunia kerja. Dengan adanya KKL, mahasiswa diharapkan mampu mendapatkan pengalaman dalam bekerja berdasarkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Pelaksanaan KKL biasanya berdasarkan disiplin ilmu dari jurusan tersebut. Seperti mahasiswa hukum melaksanakan KKL di lembaga hukum, begitu pula dengan jurusan lainnya.

Pelaksanaan KKL mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2013 nampaknya berbeda. KKL berbasis komunitas yang sudah diterapkan sejak tahun lalu itu akan menempatkan mahasiswanya di 12 komunitas yang ada di wilayah Makassar, Gowa, dan sekitarnya.

Berikut adalah daftar komunitas tersebut:

Komunitas Pecinta anak jalanan
Komunitas Nelayan
Aliansi Masyarakat Eko natural
Komunitas Nelayan kota
An-Nadzir
Jemaah tabligh
Komunitas Pengamen jalanan
Komunitas Waria
Persaudaraan pedagang Pasar terong
Rumah pelangi kardus
Komunitas Tuna Netra dan,
Komunitas Pemulung.

Meski sempat menuai protes dari sejumlah mahasiswa Ilmu Politik karena dipandang tidak sesuai dengan disiplin Ilmunya, namun Ketua Panitia Pelaksana KKL Achmad Abdi Amsir SIP mengatakan, setiap orang atau lembaga punya kepentingan politik setidaknya setiap orang adalah zoompoliticom.

“Saya harap tidak memandang sempit tentang politik,” tuturnya saat melakukan sosialisasi di hadapan mahasiswa Ilmu Politik di Lecture Teater (LT) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF). Kamis (09/06/2016)

Selain itu juga, Ketua Jurusan Ilmu Politik Dr Syarifuddin Jurdi SSos beralasan bahwa dipilihnya komunitas sebagai objek PPL, untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada komunitas-komunitas yang termarjinalkan di tengah masyarakat.

“Agar kiranya orang-orang dalam komunitas tersebut memahami dan mengerti perannya secara individu dan kelompok serta hak-hak mereka sebagai warga negara,” ungkapnya kepada reporter washilah.

Komunitas-komunitas tersebut sudah merupakan hasil kebijakan dari jurusan dan tidak bisa diganti kecuali jika ada masalah atau halangan yang terjadi.

Pelaksanaan KKL diagendakan pada 18 Juli mendatang, sementara pembekalan akan dilakukan pada lima hari sebelum pemberangkatan.

Penulis: Nadhifa Risfa dan Epi Aresih
Editor: Fadhilah Azis