Joki UM-PTKIN Akan Diproses Sesuai Hukum

Sejumlah peserta ujian sedang mengikuti UM-PTKIN kelompok IPA di Fakultas Tarbiyah & Keguruan. Selasa (14/06/2016). Seleksi ini terpaksa harus terganggu setelah ditemukannya joki di FAH
Sejumlah peserta ujian sedang mengikuti UM-PTKIN kelompok IPA di Fakultas Tarbiyah & Keguruan. Selasa (14/06/2016). Seleksi ini terpaksa harus terganggu setelah ditemukannya joki di FAH
Sejumlah peserta ujian sedang mengikuti UM-PTKIN kelompok IPA di Fakultas Tarbiyah & Keguruan. Selasa (14/06/2016). 

Washilah–Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagaman Islam Negeri (UM-PTKIN) se-Indonesia berlangsung sejak tanggal 14-15 Juni 2016. Dimana UIN Alauddin Makassar, merupakan salah satu perguruan tinggi yang melaksanakannya.

Namun dalam pelaksanaannya, malah ditemukan seorang joki di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Hal tersebut diungkapkan oleh Prof Dr Mardan MAg selaku Ketua Panitia Pelaksana UM-PTKIN.

“Saya disms oleh penanggung jawab gedung bahwa ada joki, jadi saya minta untuk dicatat kemudian foto kartu ujiannya dan ambil KTPnya lalu informasikan secara lengkap pada berita acara,” ungkapnya. Selasa (15/06/2016)

Adapun mengenai keamanan, Wakil Rektor Bidang Akademik ini menegaskan jika pihaknya telah melengkapi keamanan. Terbukti dengan hadirnya 53 orang Satuan Pengamanan (Satpam) dan delapan polisi yang berjaga di sekitar lokasi ujian.

“Saya kira mengenai keamanan telah lengkap, karena pada tiap lokasi ada yang ditugaskan untuk menjaganya. Itulah yang saya pertanyakan, bagaimana bisa lolos padahal tata tertib juga telah lengkap,” ujarnya.

Sementara untuk penanganannya, telah ditindaklanjuti sesuai sanksi, serta dihadapkan langsung dengan hukum mengingat tindakan tersebut merupakan suatu pelanggaran.

“Yang pastinya tidak akan lolos, dan akan diberi sanksi sesuai dengan aturan. Ujian inikan negara yang laksanakan jadi negara juga yang akan proses hukumnya,” tuturnya.

Penulis: Nur Isna
Editor: Fadhilah Azis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*