Quraisy Mathar Terinspirasi Ide Kreatif Dari Perpustakaan Aceh

Ilustrasi : elshinta
Ilustrasi : elshinta
Ilustrasi : elshinta
Ilustrasi : elshinta

Washilah–Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Quraisy Mathar membeberkan pengalamannya ketika mengikuti forum asosiasi dosen ilmu-ilmu adab Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia di Provinsi Aceh.

Wilayah yang sempat diterjang tsunami pada tahun 2004 itu kini mampu membangun kembali peradabannya, salah satunya dengan adanya perpustakaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Quraisy Mathar yang mengaku terinspirasi melalui ide-ide kreatif yang ada di perpustakaan Aceh.

“Perpustakaannya tidak lebih besar dari kita, tapi karena ide kreatif mereka bisa membangun kembali peradabannya,” ujarnya saat ditemui di ruangannya. Rabu (18/05/2016)

Ia pun mengatakan bahwa pada hari kedua dan ketiga dalam acara forum asosiasi dosen tersebut, ia sempat kabur dari forum karena ingin mengunjungi perpustakaan yang ada di Aceh.

“Jadi pada sesi hari kedua dan ketiga saya kabur dari forum karena saya ingin mengunjungi perpustakaannya, saya ingin melihat bagaimana perpustakaannya agar bisa membawa pulang ke Makassar beberapa ide kreatif yang ada di tempat itu,” ungkapnya.

Lanjut, ia mengatakan salah satu ide kreatif yang ada disana yakni keterlibatan mahasiswa sebagai selfing crue. Jadi yang setiap hari menyusun rak-rak yang ada di perpustakaan adalah mahasiswa.

“Mahasiswa tidak digaji tapi karena mereka butuh identitas makanya mereka bangga menggunakan baju selfing crue dan mereka juga nantinya akan berganti angkatan, itu menarik bagi saya,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Quraisy Mathar juga menjelaskan satu ide kreatif lagi yang nantinya akan ia usahakan dapat terealisasi juga di perpustakaan UIN Alauddin Makassar, yaitu menyediakan suatu ruang diskusi yang di dalamnya terdapat beberapa perangkat musik.

Ia pun berencana ingin mengajak mahasiswa kesenian untuk berkolaborasi agar nanti disela sesi diskusi ada tampilan musik yang dibawakan oleh anak kesenian.

“Mudah-mudahan setelah bioskop baca dieksekusi, semoga bisa segera diadakan ruang diskusi mingguan atau bulanan yang membahas tema-tema literasi ataupun perpustakaan kemudian di jeda-jedanya itu ada tampilan musik,” jelasnya.

Penulis: Nur Isna

Comments

comments