Perpustakaan UIN Akan Buka Bioskop Baca

Sejumlah mahasiswa tampak melintas di depan Gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Menyusul salah satu terobosan baru perpustakaan akan membuka bioskop baca demi peningkatan kunjungan.  Rabu (18/05/2016)
Sejumlah mahasiswa tampak melintas di depan Gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Menyusul salah satu terobosan baru perpustakaan akan membuka bioskop baca demi peningkatan kunjungan. Rabu (18/05/2016)

Washilah– Perpustakaan hari ini tidak lagi berbicara mengenai minat baca tetapi lebih kepada minat kunjung. Hal itulah yang kemudian menjadi alasan kepala perpustakaan UIN Alauddin Makassar terus melakukan terobosan-terbosan baru guna untuk meningkatkan minat kunjung.

Salah satu rencana kedepannya yakni pengadaan bioskop baca, Kepala UPT Perpustakaan Quraisy Mathar mengatakan harapan dengan adanya bioskop baca ini agar orang yang awalnya hanya suka nonton akhirnya jadi suka perpustakaan juga.

“Jadi dalam bioskop itu akan tetap ada rak-rak buku agar ketika pemustaka menunggu jeda film, mereka bisa sambil baca buku,” ujarnya saat ditemui di ruangannya. Rabu (18/05/2016)

Adapun mengenai film yang akan ditayangkan nantinya yaitu film dokumenter berupa film-film edukasi, dan sesekali juga akan diputar film yang sedang tren dibulan itu.

Ia pun menuturkan bahwa tidak mudah mengelolah tiap hari bioskop baca, tetapi akan tetap mengupayakan untuk buka tiap hari dengan jumlah peserta yang dibatasi.

“Kita tidak punya ruangan yang cukup untuk menampung ribuan pengunjung perpustakaan tiap hari, karena sebenarnya ini adalah bioskop mini jadi kita mungkin akan memutar beberapa sesi nantinya,” ungkapnya.

Lanjut, ia mengatakan jika koleksi perpustakaan bagus tapi layanannya tidak bagus maka tidak akan berguna. Sebaliknya, jika koleksinya tidak terlalu bagus tapi kalau layanannya bagus maka perpustakaan itu akan terlihat hidup.

“Saya memilih opsi yang kedua, mungkin koleksi saya tidak lebih bagus dibanding dengan perpustakaan yang koleksinya lebih duluan bagus tapi saya mencoba bagaimana menghidupkan perpustakaan itu agar dikunjungi,” tutupnya.

Penulis: Nur Isna
Editor: Fadhilah Azis

Comments

comments