Opini “Saling Mengisi, Agar Menemui Solusi”

Sumber: Int

Media pemberitaan akhir-akhir ini santer mengabarkan mengenai kasus kekerasan seksual dibawah umur, mulai dari menyekap dan kadang berakhir dengan pembunuhan biadab.

Hal ini menimbulkan perdebatan disetiap kalangan, entah masyarakat biasa sampai pejabat ber ada, saling menyalahkan keadaan, sampai menjatuhkan golongan.

Maraknya kekerasan seksual ini terbukti, ada pelbagai macam kasus yang sama ditahun yang berbeda. Namun sang predator tak ada matinya. layaknya perekrutan, mereka punya generasi pelanjut yang tak ada habisnya.

Pelakunya menjalar, bermacam-macam dan tak kasatmata. tak dapat diprediksi, bahkan kadang hinggapi sanak family.

Pelaku pedofil berdampak buruk bagi generasi muda di negeri ini, sikap was-was menghantui kehidupannya dan membatasi ruangnya.

Belum lagi dengan para korban, menyebabkan fobia mendalam, mengakibatkan dunianya menyempit terjepit dalam pelik. Membuat korban semakin tertutup, takut tersandung kukup.

Keluarga terdekat terbujur lemas, merintih dalam kepasrahan tak tahu akan berbuat apa, hanya bisa mengadu kepada pemerintah berharap pelaku dihukum setimpal.

Kini, hukumannya akan lebih di beratkan,  beristirahat selama 20 tahun dalam jeruji bahkan sampai kebiri. Perdebatan mengenai hukumannya, biarlah waktu pembuktiannya.

Efek jerah perlu diterapkan, cukup sampai disini kekerasan seksual hingga pembunuhan itu terjadi. Negara butuh generasi pelanjut,lindungi dari para pelaku terkutuk.

Perlu ada penanganan serius mengenai kasus ini, sebab buruknya dampak yang ditimbulkan, sangat besar bagi kelangsungan hidup bagi para korban, maupun keluarga. Bukan mencari tahu siapa yang kita salahkan, namun memikirkan apa yang akan kita lakukan.

Penulis: Sahi Alqadri