Ini Dia Tiga Pejabat Baru UIN Alauddin

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir melantik tiga pejabat baru periode 2015-2019. Pelantikan tersebut bertempat di Gedung Rektorat lantai empat. Rabu (11/05/2016)

Washilah–Sesuai dengan keputusan Rektor UIN Alauddin Makassar  No. UIN 06:/55/56/57 2016 tentang Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M), dan Direktur Pascasarjana (PPS) UIN Alauddin. Dengan demikian, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir melantik tiga pejabat baru periode 2015-2019. Pelantikan tersebut bertempat di Gedung Rektorat lantai empat. Rabu (11/05/2016).

Adapun nama-nama yang menduduki jabatan tersebut yakni, Prof Dr Sabri Samin sebagai Direktur Pascasarjana, dan Prof Dr Saleh Tajuddin sebagai ketua LP2M, serta  Prof Dr M Ghalib sebagai ketua LPM.

Prof Dr Sabri Samin menggantikan pejabat PPS sebelumnya yakni Prof Ali Parman yang telah tutup usia. Prof Dr Saleh Tajuddin menggantikan penjabat LP2M sebelumnya yakni Prof Natsir A Baki.

Dalam kesempatan itu Rektor UIN Alauddin Prof Musafir menyampaikan, ketiga pejabat tersebut harus berbenah. Alasannya karena lembaga tersebut banyak mendapat sorotan sehingga perlu pembenahan.

“Kita banyak disorot oleh beberbagai pihak terkait penguasaan metodologi di pascasarjana, dan begitu pun dengan LP2M mendapat sorotan dari UIN Community di Watsapp, serta LPM juga mendapat sorotan dari luar, kritikan ini tidak semuanya benar,” ujarnya.

Musafir juga menambahkan, mahasiswa pascasarjana dalam proses penyelesaian khususnya penyelesaian akhir, tesis dan disertasinya muncul berbagai anggapan. Disertasi yang dibuat rasa tesis, dan tesis rasa skripsi, dan yang paling mengerikan disertasi rasa skripsi.

Mantan Wakil Rektor II tersebut menambahkan, hal itu terjadi karena penguasaan metodologi penulisan disertasi dan tesis tidak dikuasai mahasiswa sehingga perluh diperbaiki.

“Jangan sampai kita lebih memilih prosedur dari pada substansi,” Ujarnya.

Lanjutnya lagi, LP2M mengembangkan dua misi penelitian dan pengabdian masyarakat, kita ketahui  sesuai yang ditetapkan peraturan menteri agama 30% anggaran APBN masuk di LP2M dananya cukup besar. Namun dibidang penelitian masih menggunakan pola-pola lama, walaupun kita merasa puas dengan hal itu, akan tetapi jika dilihat dengan perguruan tinggi maju kita masih jauh tertinggal.

Dengan  itu Musafir mengatakan, penelitian di LP2M UIN ini akan lebih besar jika melakukan kolaborasi internasional beberapa perguruan tinggi atau pihak-pihak yang ada diluar negeri. Bukan hanya dana APBNnya yang diandalkan.

Penulis: Nurjannah
Editor: Afrilian C Putri

Comments

comments