Peringati Hari Bumi, Mahasiswa KKN adakan Serasehan

Peringatan Hari Bumi yang bertempat di Kecamatan Tompobulu dan KPA Kabut, Bantaeng. kegiatan tersebt digelar oleh Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar angkatan ke-51. Sabtu (23/04/2016)
Bantaeng—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 51 menggelar serangkaian kegiatan memperingati Hari Bumi. Kegiatan tersebut beritempat di Kecamatan Tompobulu dan KPA Kabut, Bantaeng. Sabtu (23/04/2016)

Kegiatan tersebut mengusung tema “Karena Kita Hanya Punya Satu Bumi” Sejumlah acara yang digelar berupa sarasehan, aksi bumi penanaman pohon, merti bumi, bersih sungai dan tempat wisata air terjun, penyampaian petisi hari bumi dan lain-lain.

Kegiatan Hari Bumi tersebut diawali dengan sarasehan yang membahas upaya nyata dalam melakukan merti bumi secara bersama-sama dan menyeluruh. Kegiatan itu menghadirkan Badan Pengendalian Dampak Lingkungian Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng sebagai narasumber. Selain itu,  audiens dari pihak swasta, perguruan tinggi, LSM, kelompok-kelompok Pecinta Alam se-Kabupaten Bantaeng, dan seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, diikuti pramuka, karangtaruna, pemerintah daerah, BLH, sekolah, dan pihak swasta, ini mengajak dan sekaligus berkampanye untuk menyelamatkan dan melestarikan bumi. Kegiatan ini juga dihadiri dan dibuka oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Bantaeng.

Dalam Sambutannya, Kepala Bapedalda Abdullah Taibe mengatakan, apresiasi Hari Bumi menjadi tema yang menarik untuk mendukung konsep pembangunan ekonomi hijau (green economy development) sebagai jawaban bahwa bumi telah memberi servis lingkungan dan kebutuhan hidup kepada seluruh makluk hidup dengan cuma-cuma.

“Sementara manusia sebagai khalifah bumi justru telah merusak instalasi raksasa bumi dalam menyediakan oksigen, air, pangan, pakan pupuk, obat, temperatur, dan sumber kehidupan lain,” tuturnya.

Abdullah menambahkan, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bumi, umat manusia sudah selayaknya merawat bumi dengan baik.

“Semua itu demi kepentingan bersama, sebab jika manusia ikut merusak dan menentang bumi, maka bumipun memberikan respon yang justru sangat merugikan penduduk dunia,” tambahnya.

Lebih lanjut Abdulah menambahkan, upaya perbaikan kualitas lingkungan hidup di bumi perlu kontribusi yang nyata dari berbagai pihak dalam hidup keseharian. Kuncinya, setiap manusia perlu membuat harmoni dengan bumi, sehingga bumi senantiasa menyediakan air, udara, kelembaban, temperature dan penopang kehidupan yang sesuai dengan jumlah dan kualitas yang dibutuhkan.

Citizen Report: Faisal Takwin
Editor: Afrilian C Putri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*