FUFIP Gelar Dialog Kerukunan Beragama

Laporan | Sulkia Reski/magang
Washilah Online–Seminar dengan tema ‘Dialog dan Kerukunan Antar Umat Beragama di Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan’ digelar di ruang senat fakultas Ushuluddin, Filsafat, dan Ilmu Politik (FUFIP), Rabu  (22/01/14).
Seminar ini diadakan dalam rangka memaparkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Hj Syamsudduha dan Husniah SSos MSi. Penelitian tersebut mengangkat tentang kehidupan beragama masyarakat yang tinggal di daerah Tinggimoncong.
Syamsudduha yang juga dosen jurusan Perbandingan Agama ini mengakui bahwa penelitiannya memakan waktu yang cukup singkat. Sebelumnya dia telah melakukan penelitian di Malino, namun dia lebih tertarik untuk mengkaji lebih jauh.
Malino yang disebutkan sebagai kota perdamaian oleh mantan wakil presiden Repulik Indonesia (RI), Jusuf Kalla, tertera pada Perjanjian Perdamaian Malino Pertama dan Perjanjian Perdamaian Malino Kedua. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata sejak zaman Belanda didirikan pasanggrahan yang masih digunakan hingga kini.
Mengenai kehidupan umat beragama di Malino, konflik agama jarang terjadi karena Islam mendominasi di sana. Syamsudduha mengutarakan kalau konflik hanya akan terjadi jika antar umat beragama jumlahnya sama banyak. Dominasi penduduk yang bergama Islam mampu mengurangi konflik.
Terbukti pada perayaaan penyambutan tahun baru, umat kristen akan menyalakan kembang api. Lantas umat islam disekitarnya merasa terganggu.
Penelitin tersebut, diakui Syamsudduha, tidak sampai di situ saja. Seminar itu diadakan karena tuntutan dana operasional universitas yang dipakai melalui presentasi hasil penelitian sebagai pertanggung jawaban.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*