SILE dan Perannya dalam Pengembangan Masyarakat.

Rektor Uin, Prof Qadir Gassing
saat membuka Workshop program kerja Pokja
Washilah Online—Bentuk Perhatian yang besar terhadap pengabdian kepada masyarakat dan bidang kerjasama benar-benar ditunjukkan oleh Supported Islamic Leadership (SILE) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin. Dibeberapa kegiatannya, dua bidang ini yang sering menjadi pusat perhatiannya.

Seperti yang dilakukan beberapa hari lalu, SILE menggelar pelatihan Teori dan praktek kerjasama untuk pejabat lingkup UIN. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan yang digelar selama dua hari, Rabu 17-18 Maret di gedung Training centre (TC) itu menghadirkan pembicara dari Strategic Partnership Manager of Coady International Institute, Canada. MS Shelagh Savage.

Menurut Prof Hamdan Juhannis PhD, kegiatan semacam ini ditujukan untuk mengembangkan kemampuan UIN dalam menjalin hubungan kerjasama dan meningkatkan peran pengabdian kemasyarakan dalam  bidang bisnis, dan mencoba bekerjasama dengan organisasi masyarakat sipil, lalu melakukan kegiatan pengembangan terhadap masyarakat “peserta akan diberi banyak pengalaman tentang bagaimana membangun hubungan. selain itu bisa meningkatkan kesejahtraan masyarakat, dan peran UIN bisa dirasakan ditengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Rektor UIN, Prof Dr H A Qadir Gassing HT MSi dalam sambutannya, mengharapkan peserta pelatihan bisa mendapatkan pengetahuan lebih, yang kemudian dipergunakan untuk kemajuan Universitas nantinya “peserta ini nantinya harus bisa menguras otak Mis Shela, menggali ilmunya yang banyak-banyak demi kepentingan bersama terutama untuk UIN” harapnya.

Selain itu SILE juga punya Kelompok Kerja (POKJA) yang memiliki peran penting dalam membangun masyarakat. Seperti yang diungkapkan Drs Irwanuddin MM, Pokja ini berorientasi kepada pengabdian masyarakat dan membantu mengembangkan masyarakat “secara fisik POKJA tidak memberikan bantuan secara fisik, tapi bagaimana membuka dan merubah cara berfikir masyarakat,” tegasnya.

POKJA, lanjut Irwanuddin, memiliki tugas penting, seperti tata kelola pemerintahan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas SDM dan pengabdian kepada masyarakat. Ada Enam kabupaten yang nantinya dijadikan sebagai daerah mitra tempat bekerja, yakni Makassar, Gowa, Pangkep, Maros, Enrekang, serta kepulauan Selayar.

“Sedangkan tenaga-tenaga yang nantinya digunakan sebelumnya telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Ini dikrenakan kita bekerja secara professional dan kita bekerja dengan orang luar.Workshop persiapan pelaksanan pendampingan komunitas Program,” tutup Irwanuddin.

.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*