Nenek Pahlawan Kampus

Ilustrasi
Oleh : faegah Hasyiradhy

Di pagi hari saat aku sampai di kampus peradaaban ini, aku mempunyai kebiasaan yang jarang kulewatkan dalam setiap hariku, saat aku tiba dikampus aku selalu meluangkan waktuku untuk duduk sejenak di depan fakultas , karena tempat itu memang sangat menyenagkan dan rindang ditambah lagi pepohonan yang ada di sekitarnya, membuat tempat itu banyak di pergunakan oleh mahasiswa untuk beristirahat. Biasanya aku duduk di tempat itu di pagi hari ketika aku menunggu teman-temanku dan jika tak ada lagi kegiatan kelas, tempat itu sering aku tempati untuk nongkrong bersama teman-tmanku.

Tetapi ada yang membuatku selalu terdiam ketika saya berada di tempat itu karena setiap aku ada pasti dia juga ada di tempat itu, hingga beberapa hari aku selalu meliatnya aku sangat penasaran dengan sosoknya. Sering aku berfikir bahwa mugkinkah aku yang terlalu sering datang ditempat ini, atau memang si Nenek itu yang sering, bahkan setiap saat aku melihatnya duduk ditempat itu, aku pernah berusaha untuk mencari tahu kepada mahasiswa lainya yang sudah lama sering duduk di tempat ini.

Hingga suatu hari aku melihat seorang mahasiswa yang juga rajin duduk di tempat itu. Dan aku mencoba mencari tahu tentang itu,

‘’Kak.. kalau tidak salah selaluki juga saya lihat duduk disini..?’’ kataku.

‘’iye dek.. saya memang sering duduk disini dan itu bahkan setiap hari, kenapa dek..?’’ kata Ibnu.

‘’ kak, berarti sering juga kita lihat Nenek yang sering duduk di tempat ini..?’’ kataku.

‘’ iye dek, lamami memang dek, Nenek Itu sering juga saya lihat setiap kali saya duduk di tempat ini’’ kata ibnu.

Pernyatan yang diungkapkan oleh ibnu semakin membuatku penasaran dan membuatku ingin lebih tahu tentang latar belakang Nenek itu selalu datang di kampus peradaan ini.

Disudut jalan itu tepatnya di bawah pohon yang biasanya sering di tempati oleh para mahasiswa untuk parkir motor mereka ataupun tempat yang sering dipakai bernaung ketika mereka sedang istrahat , disanalah Nenek itu sering duduk dan terdiam dengan suasana yang sangat tenang dan tak ada beban sama sekali yang di perlihatkan dari raut wajahnya, terlihat dengan santai dan duduk menikmati suasana di bawah pohon itu, matanya selalu condong ke bawah dan selalu menatap kantong plastik yang ada di genggamnya.

Entah apa yang di pikirkan, Nenek yang kira-kira sudah berusiah 70an itu setiap hari duduk di tempat yang sama. Dengan kantong plastik yang selalu dibawah dan sebatang kayu yang di pakai sebagai tongkat, yang dapat membantunya untuk berjalan menyusuri sekitaran kampus.

Berkali-kali aku melihat nenek tersebut duduk di pojok jalan itu, dia tak mengenal waktu, kadang datang lebih awal atau siang bahkan sorepun dia seringkali duduk di tempat itu. Entah apa yang ada di dalam kantong yang selalu dibawahnya tersebut,.

Akupun sangat penasaran terhadap isi kantongnya terkesan kelihatan unik. Dengan rasa penasaranku terhadap Nenek tersebut, aku mendekat dan bertanya kepada Nenek itu,

‘’Nek.. Apa isi kantongta ?

Nenek itu tak menjawab, bahkan dia hanya menggelengkan kepala dan memperlihatkan isi kantong tersebut. Dan aku pun mencoba bertanya lagi,

‘’Nek.. tinggal di manaki, kenapa setiap hari selalu saya lihatki disini?’’

Nenek , Itupun tak menjawab bahkan dia hanya memperlihatkan kepada saya semua isi kantongnya.

Sungguh malang nasib Nenek tua itu, di usiahnya yang sudah tua semestinya dia hanya perlu dirawat dan diberi perhatian oleh keluarganya tidak semestinya dia bekerja banting tulang separti itu dan ternyata kedatanganya setiap hari ke kampus dia hanya menunggu setiap orang yang minum dan membuang sembarang tempat bekas ‘’gelas plasti dan sejenis gelas-gelas minuman lainya’’.

Disisi lain Nenek tua ini juga sangat berjasa di kampus ini, karena dia selalu menunggu dan memungut setiap sampah yang bisa merusak dan membuat lingkunga jadi kotor dan tercemari, bahkan nenek itu sangat berjasa dia bisa membawa perubahan, andaikan ada salah satu mahasiswa yang meneladani sikap nenek tersebut, maka terpancarlah kebersihan dan keindahan lingkungan kampus.

Nenek tua itu sungguh luar biasa bahkan sampah yang di pungut bukanlah sampah yang ada di tong sampah layaknya pemulung semestinya, yang sudah di buang oleh pihak kebersihan kampus, tetapi dia sengaja memungut sampah yang tercecer di sekitaran kampus yang sengaja di buang oleh orang yang tidak sadar akan kebersihan lingkungan meskipun kebiasaan untuk memungut sampah di sekitar kita timbul dari kebiasaan awal dari diri hingga terbiasa.

Padahal Kebersihan lingkungan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa ‘’kebersihan adalah sebagian dari Iman’’, begitupun dengan pepatah yang mengatakan bahwa bersih itu pangkal kesehatan dan Bila sudah terbiasa menjaga kebersihan maka jika melihat tempat yang tidak bersih atau sedikit bemberikan perhatian tentang kebersihan dan hal yang perlu segera kita bersihkan agar hilang dari pandangan mata.

Semakin banyak kotoran yang dibiarkan menumpuk semakin tidak baik untuk dilihat yang lebih bahaya lagi akan mendatangkan berbagai penyakit dan kuranya ketidaknyamanan menempati tempat yang kotor resebut. Itulah menurutku Nilai positif yang patut diteladani oleh Nenek itu.

Setiap hari dia selalu datang di tempat yang sama, dengan pakaian yang digunakan dan hampir setiap hari sama, dari kejauhan lebih menggambarkan bahwa dia seorang yang selalu duduk di tempat itu. Dia menunggu sampah yang di buang oleh orang yang lewat di depanya, sungguh dia bukan Nenek sembarangan, sifat dan karakter yang dimiliki patut di terapkan dan diapresiasikan. Kedatanganya di kampus sangat berdampak besar, bahkan dia bisa membuat keindahan yang tak terduga di kampus.

Hingga sampai saat ini Nenek itu masih sering datang di bawah pohon itu melakukan aktivitas yang biasanya sering dilakukan, Aku menganggap bahwa Nenek itu adalah pahlawan kampus, karena bahkan di usianya yang sangat tua dia masih semangat untuk memulung di

tempat itu. Akankah dengan perilaku yang diperlihatkan oleh Nenek itu bisa membuat banyak orang sadar akan pentingnya memungut sampah disekitar kita.

*Penulis adalah mahasiswa
Kesehatan Masyarakat semester II, Fakultas Ilmu

Kesehatan….

10 Komentar

  1. Kdang sulit u/ memetik pelajaran dr kisah sederhana org lain krn perubahan perilaku berasal dari yang memiliki perilaku itu sendiri.
    Dan satu kritikan terhdp subjek penulisan adalah coba konsis u/ memakai kata “aku” atau “saya” 🙂
    Tulisannya menarik 🙂

  2. Kdang sulit u/ memetik pelajaran dr kisah sederhana org lain krn perubahan perilaku berasal dari yang memiliki perilaku itu sendiri.
    Dan satu kritikan terhdp subjek penulisan adalah coba konsis u/ memakai kata “aku” atau “saya” 🙂
    Tulisannya menarik 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*