Kajian HMJ Farmasi Pharmaceutical Care

WASHILAH – Seorang Farmasis atau profesi apoteker, dalam menjalankan tuntutan profesinya kini tidak hanya perlu mengetahui manufaktur obat-obatan tapi juga mampu memberikan pelayanan kesehatan, yaitu Pharmaceutical Care.

Demikian penuturan Isriany Ismail, MSi, Apt saat membawakan materi Kajian Kefarmasian di ruang LT Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Sabtu (16/06). Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan tiap pekan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi, UIN Alauddin Makassar. Isriany yang juga merupakan dosen jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar, lebih banyak menekankan tentang implementasi dari profesi Farmasi yang saat ini mulai mengalami pergeseran. Pharmaceutical Care sangat penting diterapkan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Implementasi dari Pharmaceutical Care dilakukan oleh farmasis yang telah melewati jenjang pendidikan apoteker. Namun bukan berarti mahasiswa S1 Farmasi tidak harus tahu tentang itu, tapi justru harus mempelajarinya karena mereka dalam proses menuju sebagai seorang apoteker,” ujarnya.

Sebagai salah lembaga mahasiswa resmi jurusan Farmasi, HMJ Farmasi telah melaksanakan salah satu program kerja yang mendukung implementasi Pharmaceutical Care itu sendiri, yaitu Kampanye Informas Obat (KIO). Kegiatan tersebut dilaksanakan saban bulan yang lalu. (Mas Boy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*