Dialog Kemahasiswaan “Middle Position”

Washilah- -Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam beberapa elemen, diantaranya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrrasah Ibtidaiyah (PGMI), Manajemen Pendidikan Islam, serta tiga organisasi extra kampus yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah, KNP pinrang, dan Ipmi Sidrap, hari ini (04/04) mengadakan Dialog.

Bertempat di taman Uin, kegiatan ini mengangkat tema “Peran dan Fungsi Mahasiswa dalam Meneropong Realitas kebangsaan hari ini”, dan menghadirkan tiga orang narasumber, yakni Muhammad Yahya M Ag, Syamsul bahri, dan Taufik Yamani.

Menurut ketua Ipmi Sidrap, Syamsir, selain memupuk silaturahhmi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pelajaran kepada mahasiswa mengenai seperti apa peran dan fungsi dari seorang mahsiswa.

Dalam orasinya, salah seorang pemateri, Syamsul Bahri seorang aktivis dan mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mengatakan bahwa mahasiswa di era sekarang berada pada middle position,

“mahasiswa itu berada pada posisi tengah atau middle position , ini dikarenakan mahasiswa dapat mengkomunikasikan antara dua pihak. Mahasiswa dapat mengkomunikasikan aspirasi dari pemerintah ke rakyat dan aspirasi dari rakyat ke pemerintah” ujarnya.

Selain Syamsul bahri, pembicara lain, M Yahya, mengutip perkataan guru besar Uin ,Kasim Mathar yang mengatakan bahwa kebrutalan mahasiswa merupakan akumulasi dari sekian banyaknya problem-problem kenegaraan yang tidak terselesaikan.(LqZ)

Comments

comments