Rektor Singgung Kasus Kang Jalal di Pesan Aljamiah Wisuda

 Kamis, 29 Desember 2011 | Suryani Musi
Washilah Online-Adanya kritikan pedas dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LPPI), Wahdah Islamiyah, dan Forum Pembela Islam (FPI) terhadap Universiats Islam Ngeeri (UIN) Alauddin Makassar berkenaan akan pemberian gelar doktor kepada Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) disinggung di awal pidato Rektor pada pesan Aljamiah Wisudawan di Auditorium Kampus II Samata, Kamis (29/12/2011).
“Jawaban kami, UIN tidak memberi gelar doktor. Tetapi bersangkutan mendaftar secara resmi melalui program doktor by research,”kata Rektor.
Meski kenyataannya, kelompok-kelompok tersebut dinilai mengadukan UIN ke Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tingkat I, dan Komisi E, UIN dan Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan diundang untuk rapat dengar pendapat. 
“Kesimpulannya UIN didukung oleh DPRD Tingkat I,” tambah Rektor.
Tidak hanya sampai di situ, UIN kembali dilaporkan ke Gubernur Provinsi Sulsel, kembali UIN memenuhi undangan tersebut.
“Namun, pada pertemuan itu sama dengan pihak DPRD I. tidak boleh mebgintervensi tupoksi perguruan tinggi. Bahkan terakhir saya dengar dari salah seorang pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), masalah ini juga ramai dibicarakan di MUI pusat,”imbuhnya.
Meski sampi sekarang ini, seperti yang dibahasakan oleh Rektor, belum ada undangan dari MUI untuk UIN. Secara lisan Rektor telah menyampaikan kepada sekjen Kementrian Agama, Bahrul Hayat Ph D, namun tanggapannya kurang lebh sama dengan yang sebelumnya.
“UIN Adalah perguruan tinggi negeri. Berkewajiban melayani hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan,”tambahnya lebih lanjut.

Comments

comments