Kebijakan UIN Terhadap Mahasiswa Transfer

Laporan | Erna
Illustrasi
Washilah Online-Universitas Islam Negeri (UIN)  Alauddin masih membuka peluang bagi mahasiswa yang berasal dari universitas lain yang ingin pindah. Namun proses pindah mahasiswa tingkat universitas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Para calon mahasiswa yang berasal dari universitas lain harus memiliki predikat terakreditasi atau diakui. Hal ini dipaparkan Drs Jayadi M Ag selaku ketua jurusan Ilmu perpustakaan. 
“Mahasiswa yang berasal dari jurusan lain juga dapat pindah ke jurusan Ilmu perpustakaan tapi harus memenuhi kualifikasi prestasi akademik yang cukup memuaskan dan mendapat persetujuan dari pihak Dekan”, jelasnya(8/12/11).

Umumnya mahasiswa yang pindah dari universitas lain berasal dari jenjang diploma yang ingin melanjutkan ke jenjang S1. Namun bukan hanya perpindahan mahasiswa antar universitas yang diterima, transfer antar mahasiswa sefakultas dilingkungan UIN Alauddin juga diperbolehkan. 
“Fakultas yang memiliki kapasitas peminat lebih banyak bisa pindah ke fakultas atau jurusan dengan kapasitas peminat yang sedikit. Tapi fakultas/jurusan dengan peminat yang sedikit tidak diperbolehkan  pindah ke fakultas dengan peminat yang banyak. Misalnya mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum yang ingin transfer ke fakultas Tarbiyah dan Keguruan diperbolehkan namun transfer mahasiswa fakultas Ushuluddin ke fakultas Syariah dan Hukum tidak dibenarkan. Transfer mahasiswa dapat diberlakukan ketika menduduki semester III”, demikian ungkap Dekan fakultas Syariah dan Hukum Prof.Dr.H.Ambo Asse,M.Ag.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*