GARIS COBAAN

Karya Satrina
Illustrasi

Cobaan ini begitu rumit dan menyiksa
hidupku terlunta-lunta
hidupku sangat tragis
dengan perasaan yang begitu narsis.

Disaat rasa sayang ada
rasa benci akan terhapus
disaat rasa benci yang ada
rasa sayang akan terhempas.

Mengapa saat ini rasa sayang itu sangat menyiksa
begitu parahnya cobaan ini
lebih parah dari segelintir rasa cinta
yang menusuk bak duri.

Muncul penyesalan yang sangat tega
tak peduli dengan diri
yang seolah perlahan-lahan menyiksa
ku tak sanggup dengan semua ini.

Cobaan ini tak sanggup tuk ku bawa
berkali-kali kuberusaha tuk merubahnya
tapi mengapa kian menjadi-jadi
atau ini tak bisa dirubah lagi.

Di titik perhentian yang begitu menjenuhkan
ku mencoba tuk mengatakan pada diri
tapi tak pernah ada jawaban
mengapa ku tak menemukan jawaban pasti.

Mengapa dulu begitu mengesankan
tapi sekarang berubah menjadi duri-duri,
dulu begitu sangat menggembirakan
tapi sekarang berubah menjadi hempasan badai.

Muncul bermacam-macam do’a,
tapi juga bermunculan prasangka keterpurukan,
dengan harapan semoga tidak terjadi kesakitan yang sangat menyiksa,
semoga sesuai dengan harapan dan keinginan.

Wahai rasa sayang yang berantakan,
kembalilah dalam rasa benci yang tersusun rapi,
kembalilah dalam pelukan yang begitu membutuhkan,
jangan tinggalkan dalam keadaan tersakiti.

Waktu akan berjalan dengan sendirinya,
jangan terjebak dalam buaian kesedihan,
hidup ini indah dan penuh warna,
bersabarlah pasti akan menuai kebahagiaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*