Abel

Karya Nur Samawiyah
Illsutrasi
Kali ini aku akan bercerita tentang seorang sahabat yang aku kenal dua tahun yang lalu di dunia maya. Aku sebut saja namanya Abel, waktu itu aku masih beranjak kelas II SMA. Awalnya aku sering membaca sebuah karyanya di blogger. 
Aku kemudian mengambil e-mailnya dan akhirnya aku mengirimi dia pesan aku mengatakan bahwa aku kagum dengan karya-karyanya. Akhirnya perkenalan kami berlanjut dan ternyata dalam soal pandangan dalam agama aku dengan diapun sama pola pikirnya. Yah Abel dia adalah orang asli Sunda dia tinggal di Bandung bagian barat dan umurnya lebih mudah setahun dariku.
Suatu hari aku mendapatkan pesan singkat di email “Teh abdi bade angkat ka Makassar (aku mau ke Makassar) jangan lupa teh aku dijemput di bandara soalnya aku mah tidak teuh suasana Makassar kayak gimana atuh! 
Kemudian akupun membalasnya “wah bade angkat ka Makassar atuh neng, yoes tak tunggu yo’, Aku iki seneng banget loh denger kamu bade angkat ka Makassar, iya hati-hati aja yo’ kabarin kalo dah mau landas.
Jam 04:30 pesawat yang dari Surabaya landas, Abel bilang kalu dia naik bus ke Surabaya terus naik pesawat dari Surabaya-Makassar. Hatikupun senang tak menentu, senang karena sahabat yang selama ini memberiku semangat dari jauh akhirnya bisa aku temui secara langsung. 
Aku sudah stand by di bandara dari jam 04:00. Padaakhirnya Abelpun menelpon. Ia menanyakanku. Akupun melirik sana-sini dan akhirnya aku melihat sesosok Abel yang selama ini membuatku penasaran dan entahlah aku seolah sangat merindukannya.
Masya’Allah ayu tenan si Abel,Tanpa berpikir panjang aku langsung menghampirinya. Seperti seorang sahabat yang baru bertemu setelah sekian lama berpisah kami saling berangkulan. Di situlah aku mulai mengenal sesosok wanita shalih, Abel menganggapku sebagai kakaknya karena umur kita berbeda, aku lebih tua 1 tahun. Abel sebenarnya mau pindah karena takut dia merepotkanku, tapi aku melarangnya.
Hari-hari yang kau lalui bersama Abel sangatlah tenang, jam 04:30 dini hari dia pasti sudah bangun. Selepas sholat subuh dia tidak pernah lupa membaca surah Ar_rahman.Akupun merasa bersyukur dengan semua ini, Abel adalah seorang yang begitu taat, bicaranya santun dan aku sangat senang dengan logat sundanya yang sangat khas, bicaranya pelan dan runtun.
Suatu hari Abel mengatakan kalau dia mendapatkan kerja disalah satu hotel berbintang di Makassar, Akupun sangat senang mendengar kabar itu. Abelpun memulai aktifitasnya katanya dia dapat job sebagai penerjemah bahasa.Hari-hari aktifitasnya membuatnya terlihat berubah, tidak ada lagi abel yang senang bangun jam 04:30 dini hari, tidak ada lagi Abel yang senang membaca surah Ar_rahman, akupun mulai menyadari perubahan itu.
Kucoba menasehatinya karena aku menggapnya sebagai saudaraku.
”Dik! kayaknya pekerjaanmu itu terlalu menfortir tenagamu yah? Aku jarang melihat kamu sholat dik,”apakah kamu lupa hakikatmu sebagai manusia”
 Dengan santai Abelpun menjawab “teh jaman yang membuatku begini setiap orang pasti akan mengalami yang namanya revolusi pada hidupnya, tenang aja atuh teh, gampang soal itu, percaya aja sama adikmu ini, semua ini hanya sementara aku terlalu sibuk tapi nantinya aku bisa kayak dulu lagi.”
 “Tapi bel Sholat itu kan kebutuhan jangan kamu tinggalkan, kamu nggak takut apa kalo tuhan marah, bisa berabe loh Bel’….Yah embak nakut-nakutin saja,,percaya deh mbak gak deh okey”1….
Semenjak saat itu aku merasa ada yang aneh dengan Abel, kulihat mukanya selalu pucat pasi, seperti darah itu sudah tidak mengalir lagi kewajahnya, hingga wajah yang dulunya ayu, adem dan jika dipandang begitu menenagkan sekarang sudah tidak ada lagi,,abel yang dulu tinggal kenangan, yang ada sekarang hanyalah abel yang berwajah kelabu. 
Hingga suatu ketika,  ketika ada waktu kosong akupun diam-diam menguntit ketempat kerja Abel.Setelah sampai disana aku baru sadar, ternyata hotel ini terlihat adem dari luar tapi Astaghfirullah didalmnya penuh dengan perbuatan maksiat. Kucoba mencari tempat-tempat kerja Abel, susah juga karena begitu banyak area dalam hotel itu, akhirnya setelah kulihat di atribut Abel yang kebetulan dia punya dua attribute sebagai pekerja di hotel ini, akhirnya kudapatkanlah ruangan itu. 
Perlahan-lahan kubuka pintu itu, meskipun agak ragu, dan takut dengan semua reziko yang aku akan tanggung karena telah menguntit, akupun membuka pintu itu perlahan-lahan…
 “Krik!”…..
Astaghfirullah hal adziem ternyata aku melihat Abel, dia sudah tidak memakai jilbabnya lagi entahlah kemana perginya penutup kepalanya itu, kulihat banyak laki-laki disampingnya yang lagi mabuk, kuhampiri Abel yang terlihat setengah sadar, kutampar mukanya satu kali dia malah ketawa, seolah dia tidak mengenaliku, Abel sudah memakan berbagai macam pil Extacy dari mana lagi kalo bukan dari gigolo-gigola yang ditemaninya, hatiku benci, mengamuk dan sangat garang, darahku naik sampai ubun-ubun kepalaku. Seakan ingit mebuat rambutku rontok menahan amarah yang memuncak, namun Tiba-tiba dia Ambruk, jiwa persahabatanku muncul mengalahkan jiwa kebencianku. 
Dengan menetes air mata kupapah badan itu, aku membawanya kerumah sakit.biar bagaimanapun aku sudah menganggapnya saudara, meskipun hati ini benci dengan perbuatannya tapi aku begitu manyayanginya.
Empat hari dirumah sakit akhirnya dia pulih kembali dari sakitnya.Dan tanpa kusadari air mataku menetes ketika dia sampai bersujud-sujud di depanku, meminta maaf atas kekeliruannya. Aku tak kuasa kurangkul dia sebagai saudaraku. Semnjak itu dia berhenti meniti kariernya di hotel itu, dia memilih berdiam di rumah daripada melanjutkan karirnya yang sempat membuatku sangat marah kepadanya dan memuatnya dia lalai menjadi seorang muslim yang baik.
Akhir-akhir ini begitu banyak bencana kita lihat dari berbagai media massa, baik visual, audio ataupun  audio-visual, dan yang membuat saya senang Abelpun kini menjadi seseorang yang sangat social. Dalam setiap penggalangan dana untuk bantuan orang-orang yang membutuhkan, dia selalu hadir menyumbangkan tenaganya untuk kepentingan orang banyak dan yang membutuhkannya.  
Hingga suatu ketika si abel berkata kepadaku, “mbak!! Aku mau mengikuti baksos di daerah Malino, hanya satu hari saja mbak. Akhirnya akupun mengizinkannya.” Yah pergi aja neng tapi ingat yo’ jaga kesehatanmu. Sore itu Abel beranjak keluar dari pintu rumah, diapun berbalik sambil tersenyum.
“ Mbak sebelum aku pergi baksos aku hanya ingin menitip satu pesan, tolong bunga kamboja yang ada di depan itu mbak siram baik-baik dan simpankan untukku karena mungkin aku membutuhkannya setelah baksos ini.”
Aku menepuk pundaknya. “Inggih neng aku akan melaksanakanny.”
Dengan tersenyum penuh arti Abel berbalik meninggalkanku. Kulihat ia menjauh seperti ada yang mengitkutinya dari belakang. Tapi kucoba menpiskan bayangan itu.
Jam 20:00 ada yang mengetuk pintu rumah, aku merasa heran selama ini tidak ada orang-orang yang pernah 
datang selain Abel yang biasanya pulang dari kerja.Tapi abelkan lagi pergi, jadi siapa yah?” akhirnya kulangkahkan kakiku menuju pintu kubuka pintu kulihat seorang laki-laki yang sudah tua tersenyum kepadaku, kusuruh dia masuk tapi dia hanya berkata tidak usah nak, aku hanya ingin menitipkan surat ini buat nak Abel, tolong disampaikan yah?”
Akhirnya orang tua itupun pergi, belum hilang persaan heran di hatiku, selama ini Abel tidak pernah bercerita tentang orang tua tadi, tapi entah kemana orang tua itu sudah menghilang, aku tidak habis pikir dengan halusinasi ini. 
Jam 20:10 hpku berdering tapi anehnya nomer itu adalah nomer yang sangat gila tidak pernah aku melihat nomer seperti itu 00004831000 wah nomer area mana neh, bahkan di luar negeripun tidak ada kode seperti ini. Dua kali ada panggilan nomer aneh yang kedua kalinya muncul nomor aneh lagi 000015D13D wah kali ini mirip DD mobil aku semakin tidak mengerti aku masih mengacukannya ada kali sitem yang salah kok nomernya begitu…dan akhirnya panggilan yang ke tiga kalinya dengan nomer 00004831000 akupun tidak mau berfikir lagi kuangkat telepon itu,,terdengar suara yang begitu sangat kukenal di balik sana. 
“Assalamualykum teh gimana kabarnya aku kangen sama kamu teh, tapi aku tidak bisa lagi pulang kerumah Karena aku lagi sibuk banget neh!” 
Aku seperti terhipnotis antara sadar dan tidak kujawab salam itu, “aku tidak tahu kenapa aku merasakan perih didalam dadaku, “oh kamu atuh neng kenapa bisa nomernya kayak gitu? Kamu beli dari mana atuh neng?Yah teteh kan disini mah nomernya kayak gitu semua gak ada yang lain atuh lain suasananya dengan disitu atuh teteh.”eh neng tadi ada orang yang menitip surat buat kamu orang tua neng.Iku sapamu?”oh itu mah bapakku teh, udah nanti dibaca aja habis aku nelpon tidak apa-apa baca ja.Teh udah dulu yah ada kerjaan neh..iya atuh neng kerja aja!tapi entah mengapa tiba-tiba mimik suaranya berubah.”teh…!!!apapun yang terjadi aku sayang sama teteh, aku mencintaimu seperti saudaraku sendiri terimakasih teh atas kebaikanmu selama ini,,belum sempat aku tanggapi tiba-tiba telponnya terputus.
Aku lihat dilayar hpku ada panggilan tunda, akupun lalu mengangkat telpon itu!”assalmualykum iyya anda dengan siapa?Mbak kami dari pihak kepolisian apakah bener ini dengan mbak sayyidatun nisa’?”iya benar pak! Ada apa yah pak?begini mbak apakah anda mengenal Abeliyah al ma’rifah?”iya pak!sekitar sejam yang lalu mobil yang ditumpanginya kecelakan dan saudari Abeliyah salah satu korban yang sudah tidak bisa ditolong lagi, tanpa sadar akupun jatuh dan semuanya gelap,setengah jam kemudian aku sudah berad didalam kamr entahlah siap yang mengangkatku kesana, tapi tidak ada satu orang pun didekatku, kulihat surat yang tadi diberikan bapaknya Abel, kubuka surat itu tak terasa air mataku menetes ternyata surat itu bukan untuk abel tapi untukku.didalam surat itu ada foto-foto yang entahlah foto-fotonya siapa.kubaca surat itu perlahan-lahan
Dear teteh yang kucintai
Teh entahlah aku harus berkata apalagi untuk mengucapkan semua rasa terimakasihku kepadamu.Engkau yang selama ini membimbingku, memberiku nasehat dengan segala kelambutanmu,teh tidak ada yang bisa aku persembahkan buatmu hanya setulus cinta yang selalu kusematkan dalam hatiku, bahwa kau adalah kakakku yang senantiyasa menbarkan cintanya untukku, cintamu begitu tulus kepadaku,,Teh untuk yang terakhir kalinya kusampaikan peluk cium dan rindu yang membahana disanubariku,Abdi nyaah ka teteh sapertos ka wargi nyarira (Teh aku mencintaimu seperti saudaraku sendiri) maafkan kesalahan adikmu dan ikhlaskanlah aku pergi dari bumi cinta Allahu ta’ala, terimakasih atas semua hidup yang telah kau berikan padaku,,aku akan merindukanmu disana, jangan lupa teh petiklah satu bunga kamboja jikalau engkau rindu kepadaku karena aku akn hadir diharum semerbak bunga kamboja itu.
Teh,,hanya ini yang bisa aku sampaikan dan adapun foto-foto itu.Itu adalah keluargaku, dan semu yang ada didalam foto itu telah tidak ada didunia fana ini.dan akhirnya sekarangpun telah menyusul mereka, dan ketahuilah sesungguhnya ayahku yang memberimu surat itu telah meninggal dari berpuluh-puluh tahun yang lalu karena cintamu kepadaku yang membuat orang tuaku datang kepadamu, Karena dia sangat menghargaimu dan rela mengorbankan apaun demi kamu memeliharaku,,teh,,!! Hanya ini yang sempa kugoreskan semoga kamu senantiyasa dalam Lindungannya,,,ALLAHU YUSALLIMUUKA
ADIKMU
ABEL
Aku membuka Hpku kembali nomer 00004831000 ini ternyata kalo dibaca bertuliskan ABEL (4831) sedangkan nomor yang ini 000015D13D kalo diperhatikan bertuliskan IS DIED (15D13D) Dengan meneteskan air mata, kutatap wajah sahabatku dalam-dalam, yah Abeliyah telah berpulang keRahmatullah pada tanggal 8 Juli 2008, Begitu banyak yang tak sempat aku lukiskan tentang dia, karena dia begitu indah dihidupku.
Yah dia disemayamkan pada tanggal 9 juli keesokan harinya,Tinggal aku merenung mencoba memetik hikmah dibalik semua ini.Sore itu kupandangi bunga kamboja yang ada disudut rumahku, kulihat Abel melambaikan tangan dan tersenyum kepadaku,Aku hanya bisa meneteskan air mataku, biarlah ya Allah aku akan mencoba tegar karena Engkau telah mengambil orang yang kucintai dihidupku, Semoga semua ini membuatku semakin mendekatkan diriku kepadaMu, tempatkanlah Abel dan keluarganya disisiMu yang tertinggi, dan lapangkanlah kuburannya.
SAHABAT
Masih kuiringi kepergianmu
dengan sekelumit tangis yang tak kunjung reda
jika air mata ini adalah derita
biarlah aku menumpahkannya semua
agar derita ini tak lagi membuatku menangis pilu
namun dipenghujung tangis
telah kutumpahkan semua air mata
namun derita ini tak kunjung reda
yang ada hanyalah bekas-bekas luka baru yang mengaganga
Sahabat
Masih belum reda hujan disore ini
mengiringi kepergianmu
aku tak kuasa menahn tangis ketika
melihat tubuhmu terbujur kaku
bunga kamboja yang kau titip itu
kini menghiasi hariku dengan tangis
dengan hati yang terus mendung
dan berawan berarak,menutupi
eloknya pelangi disenja itu
kuikhlaskan kepergian ini
hingga aku tak bisa mengucapkan
kata-kata lagi untu mengatkan
selamat tinggal untuk persahabatn ini
semoga engkau tenang disisiNya
sahabat,,,,berbahagiahlah engkau disana
i missing you…
Karya ini aku persembahkan untuk Sahabatku yang Entah dimana dia berada