Jas almamater yang tak kunjung ada

Washilah Online – Tidak lama lagi penerimaan Mahasiswa Baru (Maba), sudah genap setahun Maba angkatang 2010 menginjakkan kakinya di kampus hijau Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan akan meninggalkan cap sebagai Maba. Sebagai mahasiswa yang telah terdaftar resmi di UIN mahasiswa berhak memiliki dan menggunakan jas almamater kampus hijau. Namun tidak demikian yang di alami mahasiswa angkatan 2010 jurusan biologi Sains dan Teknologi (Saintek) yang sudah setahun tidak juga memiliki jas almamater UIN.

Almamater yang sangat dibangga-banggakan tak kunjung dimiliki oleh mahasiswa sains biologi 2010 yang sudah diharapkan dari awal masuknya di kampus hijau UIN. Setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Saintek dimintai konfirmasi beberapa waktu yang lalu pada saat penyampaian Inagurasi Saintek di depan para Maba 2010 mereka mengaku tidak bertanggung jawab atas hal demikian. ” yang semestinya mengurus pengadaan jas almamater maba angkatan 2010 adalah pengurus sebelumnya” ujarn salah satu pengurus BEM saat di mintai penjelasan oleh salah satu maba biologi 2010.

Pada saat bersamaan Jardiansya jabir sebagai ketua BEM Saintek memberi klarifikasi tambahan bahwa ia sebagai ketua Bem yang saat ini menjabat akan mengusahakan jas Almamater segerah dimiliki maba biologi 2010 walaupun bukan sepenuhnya kepengurusan mereka yang bertanggung jawab. Namun sampai sekarang, lama setelah klarifikasi tersebut tak kunjung terealisasikan. Mahasiswa merasa bingung harus meminta pertanggung jawaban dari pihak mana. Salah satu mahasiswa biologi angkatan 2010 dalam pernyataannya mengatakan bahwa “saya berharap jas almamater kami segera dimiliki, sebagai mahasiswa UIN kami tidak memiliki identitas nyata yaitu jas Alamamter padahal kami telah melakukan serangkaian proses administrasi seperti mahasiswa lain” ungkapnya dan mengaku mewakili aspirasi teman-temannya.

Penulis | mita

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*